Friday, April 10, 2026

FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI


 FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI, (Film Lawas). Imam Tantowi, sutradara ini ternyata tak cuma mahir bikin film ciat ciat, tapi juga bikin film anak-anak "Si Badung" contohnya. Film yang dibintangi oleh hampir separuh anak-anak ini berkisah tentang murid-murid sebuah sekolah Dasar yang entah kenapa malah lebih berat penekanannya pada obsesi sutradara pada figur seorang guru. Biar begitu, Si Badung tak lantas kehilangan citranya sebagai sebuah film anak-anak. Dan spertinya disinilah letak kelebihan Tantowi sebagai sutradara. 

Adalah Pak Djarir (Drs. Purnomo/Mang Udel) seorang guru SD di sebuah desa yagn selalu bersepeda namun memiliki semangat mendidik yagn lebih besar sebagai orang yang "Digugu" dan "ditiru". Dan Tantowi mempertentangkan sosok Pak Djarir tersebut dengan kondisi dan eksistensi guru pada masa sekarang. Di sinilah "Si Badung" menjadi menarik. Apalagi Tantowi kemudian mempertemukan sosok Pak Guru Djarir dengan murid-muridnya yang disatu pihak tampil sebagai murid yang baik, tapi dipihak lain sebagai murid yang Badung. Ini diwakili oleh sosok lima sekawan murid kelas V SD dan dua sekawan Koko dan Dori murid kelas VI yang terkenal Badung. 

Sayangnya kebadungan sebagai yang tertera dalam judul film Tantowi ini tak berhasil ditampilkan sebagai akhir cerita Kebadungan koko dan Dori berakhir ditengah jalannya cerita film dan apa boleh buat, menjadi klimaks film ini. Sementara perjalanan film berikutnya sampai kemudian meninggalnya Pak Djarir setelah menghadiri Persami di sekolahnya, menjadi antiklimaks meskipun masih tetap punya daya tarik. 

Dengan cerita yang memang memikat dan pola penggarapan yang manis, Si Badung memang tampil sebagai film yang berhasil menyajikan setawar sedingin bagi penonton film anak-anak di neger ini, setelah banyak film yang ditonton anak-anak di bioskop, sebenarnya tak layak untuk konsumsi mereka. Sebab tak cuma obsesi, Tantowi yang dijejalkan di film ini, tapi juga pesan dan dunia kanak-kanak yang digarapnya tak melesat jauh. Pesan Tantowi dalam film ini betapapun cukup jelas. Bahwa kita sebagai murid harus menghormati seorang guru. Bahwa kita sebagai guru haruslah pula tak menjadikan profesi itu sekedar sebuah pekerjaan tapi juga sebuah keyakinan moral untuk mendidik dan bukan cuma mengajar. 

Dengan pesan yang seperti ini, Tantowi masih menambahi daya tarik film ini dengan 7 (tujuh) buah lagu khusus untuk anak-anak yang lirik dan lagunya di garap Embie C Noer. Dan lepas dari kekurangan-kekurangan kecil akibat tidak cermatnya Tantowi sebagai sutradara, film ini toh sudah cukup menghibur dan memberi kebahagiaan  pada kita. Paling tidak anak-anak Indonesia akan mulai mendapatkan idolanya lagi setelah mereka sesak dijejali oleh film-film untuk anak produksi luar negeri. 

Cerita/Skenario : Imam Tantowi dan Embie C Noer

Sutradara : Imam Tantowi

Kameramen : Tjutju Sutedjo

Editor : Janis Badar 

Musik  : Embie C Noer

Pemain : Rully Djohan, Drs. Poernomo, Mien Brodjo, Nelson Sondakh, Viona Rosalina, Sheren Regina Dau dll. 

TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV


 TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV, (Kabar lawas). Sandiwara Radio Saur Sepuh karya Niki Kosasih ternyata masih dilirik produser. Kisah fiktif dibalut kesejarahaan itu, diangkat ke layar sinetron setelah Imam Tantowi dan Torro Margens (eps Istana Atap Langit ) diangkat ke layar lebar. 

Abdul Kadir, yang di percaya PT. Global Sarana Media, telah menyelesaikan 6 episode dari rencana membuat 52 episode. Episode 7 -12 dikerjakan Ida Baron asisten sutradara, di Solo. 

Sementara Denny HW yang dipercaya PT. Menara Gading Citra Perkasa, baru akan memulai syutingnya pertengahan Mei 1993. Nampaknya memang ada semangat besar didua perusahaan ini, tentu dalam rangka banting stir akibat kelesuan industri perfilman Indonesia dewasa ini. Semangat itu tampaknya juga adalah semangat bisnis. Sekedar mengingat, beberapa tahun lalu, dua perusahaan film yang melihat peluang pasar film , memanfaatkan popularitas Saur Sepuh di radio ke layar perak. Tobali Indah Film, mempercayakan Brahma pada Jimmy Atmadja dengan bintang pendukung antara lain Novia kolopaking, Rani Soraya, Ferry Fadly serta sejumlah nama lain. 

Kanta Indah film yang telah membeli kisah itu dari Kalbe Farma, mempercayakan penggarapan Satria Madangkara pada Imam Tantowi, dengan bintang Murtisaridewi, Elly Ermawatie , Fendy Pradana, Hengky Tornando serta sejumlah nama lain. 

Garapan Tantowi, ternyata membom pasar. Menurut kabar, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp. 2 Milyar lebih. Pesanggrahan Keramat, Kembang Gunung Lawu seperti dituturkan Niki Kosasih, penulis cerita, benar-benar mengeruk keuntungan. "Saya sampai mendapat bonus dari produser Kanta Indah Film, Handi Mulyono."

Sukses Kembang Gunung Lawu ternyata gagal ketika diikuti episode Titisan Darah Biru. Banyak penyebabnya memang. Salah satunya, beredarnya Robin Hood, film produksi Amerika, juga faktor lain. Film saya itu tidak didukung promosi dan publikasi yang semestinya, " ucap Imam Tantowi. 

Sementara Brahma Kumbara (Brahmana Manggala , maksudnya) - Saur Sepuh 'imitasi' seperti diungkap Gunawan Prihatna, produser Tobali Indah, juga memperoleh pasar ang baik. Kebetulan produksi itu beredar lebih dulu. 

Kini ketika Mahkota Mayangkara yang juta telah populer sebelumnya di radio dan divisualkan ke sinetron memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat yang otomatis "memancing" sejumlah sponsor terlibat didalamnya, cukup wajar jika dua ruma produksi menganggap masih terbuka peluang mencari iklan dan bertambahnya stasiun tv swasta melirik dan memanfaatkan popularitas Saur Sepuh ke bentuk sinetron. 

"Pada Mulanya kami lebih tertarik untuk mengangkat cerita SH Mintardja, Nogososro Sabuk Inten, tetapi pihak Kalbe sebagai penyandang dana memilih Saur Sepuh karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, ' kata Deddy Mizwar, produser PT. Global Sarana Media Nusantara. 

Tentang cerita yang sama dan dipilih Menara Gading Citra? "Tidak masalah buat kami. Justru yang perlu dipermasalahkan, ketika Niki menjual cerita ke Kalbe, mengapa masih juga dijual ke pihak lain? " kata Deddy, seolah bertanya. 

Ditempat terpisah, Niki Kosasih mengakui bahwa ceritanya itu memang telah di beli Kalbe Farma beberapa waktu lalu. kalau sekarang perusahaan lain mengangkat Saur sepuh ke panggung sinetron, ya saya senang saja, katanya enteng. 

Seperti diakui Niki , Saur Sepuh adalah kisah fiktif. Karenanya, pihaknya tidak memersoalkan benar pilihan kostum yang digunakan Abdul Kadir. "Cuma masalanya kalau dia tidak bertahan pada pilihan, dia akan mengalami kesulitan terutama ketika cerita itu bersetting Majapahit, pajajaran atau Tanjungsingguruh, katanya. 

Deddy Mizwar tidak sependapat dengan pernyataan Niki. Dinyatakan, sepengaetahuannya di Indonesia tidak pernah di kenal kerajaan Madangkara. "Karena kerajaan itu fiktif, maka tidak perlu dipersoalkan benar atas pilihan kostum. 

Abdul Kadir ditempat berbeda menyatakan, dibanding dengan kostum yang digunakan Imam Tantowi ketika dipercaya Kanta Indah Film menggarap cerita itu, sekali ini memang pihaknya melakukan perubahan, terutama dalam hal kostum. "Kalau saya memilih kostum yang kata Niki, lebih berkesan Mataram pada Abad XX, itu karena pertimbangan teknis. Syuting kami di kraton Solo. Dalam cerita Niki juga disebutkan, telah digunakan meriam Portugis oleh Pasukan Kuntala saat menyerbu Madangkara. Saya menerjemahkan, kejadian tersebut berlangsung sesudah Majapahit runtuh. 

Tidak beda dengan Deddy Mizwar, Abdul Kadir juga yakin bahwa cerita Saur Sepuh adalah fiktif belaka. Karenanya sebagai sutradara yang dipercaya untuk menggarap serial itu, ia mempunyai hak untuk menafsirkan dan mempunyai persepsi tersendiri atas cerita itu. 

Sementara itu Widi Santoso dari Bidang Program TPI mengaku belum tahu jika cerita Saur Sepuh yang ditayangkan TPI juga akan di produksi oleh PT. Menara Gading Citra Perkasa untuk konsumsi ANTEVE. "Yang pasti saur sepuh garapan Abdul Kadir sudah syuting di Solo," katanya.  Mantan wartawan harian Surabaya Post ini juga mengakui, pihaknya belum tahu dan memperoleh penjelasan dari Abdul Kadir atas "penyimpangan" kostum yang digunakan. "Kami akan mempertanyakan dan mencari jawab apa alasan Kadir untuk menggunakan kostum seperti itu,' katanya per telepon. 

Tapi yang pasti kata Imam Tantowi di tempat berbeda ketika dipercaya menggarap sandiwara itu ke layar lebar pihaknyM melakukan serangkaian penelitian, baik dari sejumlah buku maupun diorama yang terdapat di Monas tentang masyarakat Majapahit. Demikian di kutip dari MF No 179/146/TH IV, 15 Mei - 28 Mei 1993


Thursday, April 9, 2026

MISTERI PERMAINAN TERLARANG


 MISTERI PERMAINAN TERLARANG, Kisah gadis korban perkosa*n yang membalas dendam dengan cara gaib kepada para pemerkos4nya kembali digelar dalam mistik erotis produksi PT. Soraya Intercine Films ini. Disutradarai oleh Atok Suharto berdasar cerita horor Misteri Dewi Pembalasan karangan Tara Zagita. Diperanutamai oleh Kiki Fatmala dan Lela Anggraeni. Dibantu Teguh Julianto , Piet Pagau, dan Simon PS. Kerja Tim special effect meramu adegan pertarungan ilmu gaib dengan latar adegan erotis. 

Keperawanan Citra direnggut berandal-berandal jalanan yang menghadang saat ia pulang bekerja. Malang nasib gadis cantik ini, ia diseret dan diperkos* habis-habisan dengan biadab. Justru saat ia setengah sekarat, muncul sosok wanita aneh misterius mengaku bernama Gizma. Dengan cara-cara luar biasa, ia membantu Citra melampiaskan dendam pada kawanan durjana itu. 

Namun sesudahnya, Gizma menuntut imbalan yang tak terbayangkan sebelumnya, yakni kehangatan bercinta atau hubungan badan mesra dengan pria-pria tampan lewat tubuh Citra sendiri. 

Maka Citra secara beruntun kehilangan segalanya, mulai dari mahkota kesucian, cinta bahkan harga dirinya. Termasuk Nico, kekasihnya, meninggalkannya untuk mengalihkan cinta pada Sarah, teman Citra sendiri. 

Citra merasa tercampak dan tersia-sia. Untung datang Ranu, sahabat lama yang bersedia berkorban apapun demi membantunya. Ranu tak sampai hati melihat derita Citra yang diperbudak nafsu kotor Gizma. 

Ranu minta bantuan seorang paranormal ulung. TErnyata Gizma adalah makhluk jejadian berjuluk Dewi Pembalasan yang haus seks. Dengan petunjuk si paranormal, Ranu berupaya mengusir roh Gizma dari tubuh Citra. Perjuangan berat berlangsung dalam pertarungan supernatural. Mungkinkah ketulisan cinta Ranu-Citra bisa mengungguli angkara birahi Gizma yang tak pernah mengenal puas?

Produksi: PT. Soraya Intercine Films

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Atok Suharto

Cerita : Tara Zagita

Penata Musik Chochy

Pemain : Kiki Fatmala, Lela Anggraeni, Teguh Julianto, Piet Pagau


Tuesday, April 7, 2026

RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN

 


RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN, Cinta segitiga antara seorang pemuda dengan dua gadis yang sama cantik menariknya, cuma bedanya yang satu karyawati biasa, jelas berasal dari keluarga sederhana, sedang yang lain adalah puteri boss, bisa menjadi bahan film drama yang menarik. 

Antara film Prancis, The Other Side of the Midnight 1977) yang diangkat dari novel larisnya Sidney Sheldon, film arahan Charles Jarrot dibintangi Marie-France Piesier dan John Beck mampu bertahan berbulan-bulan di bioskop New Garden Hall, Jakarta. 

Tak heran kemudian muncul Petualang Cinta arahan Turino Djunaedi dibintangi Paula Rumokoy dan Robby Sugara dan Hati Seorang Wanita arahan Bay Isbahi yang dibintangi Enny Beatrice dan Ray Sahetapi. 

Kini versi terbaru dari pakem yang sama di tulis menjadi skenario film produksi PT Rapi Film ini oleh Satmowi Atmowiloto. Digarap sutradara Norman Benny dengan trio bintang remaja yang laris , Inneke Koesherawati, Dicky Wahyudi dan Gitty Srinita. Sesuai trend masa kini disana sini bertabur adegan cumbu mesra yang cukup hot. 

Diceritakan Nina bekerja sebagai karyawati disebuah perusahaan besar. Kecantikannya cepat menarik perhatian General Manager , Doni. Gadis mana mampu menolak perhatian GMnya yang ganteng ini. Begitupun Nina, walau kawannya memperingatkan. "jangan terlalu dekat dengan Doni, dia kan kekasih Tesa, anak Boss besar kita!".

Sempat Nina bimbang, tapi Doni bersumpah "Hubunganku dengan Tesa sudah finish, cuma kau yang kucintai sekarang,".

Nina mabuk kepayang oleh rayuan ini. Sampai Tesa memergoki mereka. Karuan ia gusar. Tapi Doni berdalih Nina yang selalu merayunya. Kontan, Tesa memaki Nina habis-habisan. 

Bisa dibayangkan betapa kecewa dan malunya Nina. Apalagi ia terlanjur hamil. Demi mengetahui ini, Doni minta maaf, malah berjanji segera menikahi. Nina sangat bersyukur. Sama sekali tak menduga kalau minuman yang diberikan Doni telah dicampur obat berbahaya. Akibatnya perut Nina sakit tak terkira. Kandungannya gugur!. 

Sementara Nina terbaring di Rumah Sakit, Doni melangsungkan pesta pernikahan mewah dengan Tesa. Sakit hati Nina kian bertambah demi menyadari Doni yang meracun, hingga ia keguguran bahkan nyaris tewas. Dendamnya memuncak. Kini ia mematerikan satu tujuan dalam hidup, balas dendam pada lelaki yang telah menyengsarakan begini. 

Bermacam upaya dilakukan sampai bertahun-tahun  kemudian ia terangkat ke jajaran wanita karier kelas atas. Nina sekarang sudah punya power untuk menyaingi bisnis Doni. Dengan cara-cara lihai, Nina terus menanjak, berbareng dengan kejatuhan Doni sampai nyaris bangkrut. Doni kian frustasi karena rumah tangganya dengan Tesa pun berantakan. 

Doni yang penasaran menjadi sangat terkejut demi mengetahui dalang yagn menghancurkan perusahaannya bukan lain adalah Nina. Merendah ia datang memohon maaf pada mantan kekasih ini, Nina membalas dengan cara sama, seolah memberi harapan, padahal justru makin meremukkan. Merasa diperbudak dan terhina, Doni meluap. Saking mata gelap, ia ingin membunuh Nina. Lalu bagaimana cara Nina menyelamatkan diri dari ancaman durjana kalap ini?

Produksi : PT. Rapi Film

Produser : Gope T Samtani

Sutradara : Norman Benny

Cerita-Skenario : Satmowi Atmowiloto

Kamerawan : Subekti

Editor : Iwan

Penata Musik :Fariz RM

Pemain : Inneke Kosherawati, Gitty Srinita, Dicky Wahyudi, Indah Gita Cahyani

Saturday, April 4, 2026

FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG?

 


FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG? Cuma empat puluh empat ribu ke Bali - begitu bunyi iklan mobil van bermesin diesel. Tapi film yang berjudul sama dengan merek mobil itu, tentu saja bukan bertutur tentang otomotif, melainkan sebuah aksi keras. Perihal judul yang semula "Debt Collecotr" saat dirombak jadi PANTHER pun nyaris tak disetujui dengan dalih bukan bahasa Indonesia. 

Panther sebenarnya memang nama sejenis harimau buas yang lebih kita kenal dengan sebutan macan tutul atau harimau kumbang. 

Cerita diangkat dari skenario karya Golden Kasmara yang merangkap sebagai fighting instructor (penata laga). Nampaknya Golden di ilhami kasus pembunuhan Nyo Beng Seng yang menggegerkan Jakarta tahun 95, cuma tentu saja cerita di fiktifkan sedemikian rupa. 

Sutradara S.A Karim bekerjasama dengan Emil G Hampp untuk pertama kalinya mempertemukan bintang laga Barry Prima dengan remaja panas, Malfin Shayna, berhadapan dengan pemain-pemain antagonis Sonny Dewantara, dan Joseph Hungan, plus Candy Satrio serta pendatang baru Mia Silvianty. Ikut meramaikan pula Alex Dirjosaputro, Boy Irsandi dan Sonny RB. 

Pemuda gagah Michael bekerja di bengkel mobil milik Alex, yang mantan preman Medan. Kedua pemuda ini juga menjalin hubungan baik dengan pemiliki restoran, Pak Reza dan putrinya yang cantik, Laura. Melengapi persahabatan mereka, adalah Natasha, mahasiswi dari Boston University, Amerika Serikat. 

Malang tak dapat di tolak, keluarga Natasha tertimpa musibah kejahatan. Ayahnya Pak Nyo tewas di bunuh. Natasha yang minta bantuan Michael untuk menyelidiki, yakin ayahnya bukanlah di bunu perampok biasa. Terungkaplah latar belakang kekayaan mendiang, ternyata Nyo punya saham besardi sebuah kasino luar negeri. Selain itu Nyo juga terlibat hutang piutang bermilyar rupiah pada Bolo Nan, sang gembong sindikat Mafia. diketahui Bolo selalu mengandalkan Norris, pembunuh berdarah dingin untuk menjadi algojo bagi mereka yang tak disukainya.

Michael dan Natasha mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan pada Kepolisian. Sementara dalam tubuh sindikat terjadi perpecahan. Sebagian daerah kekuasaan Bolo yang di percayakan pada Gani direbut oleh Kempor. 

Berulang kali Natasha luput dari usaha pembunuhan berkat ketangguhan Michael. Sampai Bolo memergoki Laura membonceng sepeda motor Jimmy. Justru Jimmy adalah anak muda yang bekerja sebagai kurir sindikat, maka Bolo memperalatnya untuk menculik Laura. Demi membebaskan laura, mau tak mau Alex turun tangan kembali, mengeluarkan senjata apinya yang sudah lama disimpan. Lalu bersama Michael menerobos sarang sindikat Bolo. 

Aksi Barry Prima yang rambutnya di kuncir ala Steven Seagal, lalu menghamburkan tembakan dari dua pistol, tak kalah gertak dari film gangster Hong Kong atau gebrakan Antonio Banderas dala Desperado !. Film Panther tayang di bioskop Jakarta pada 19 April 1996 dan seterusnya. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Pimpinan Produksi : Karim Muda

Sutradara : S.A Karim

Skenario : Golden Kasmara

Kamerawan : H. Asmawi

Penata laga : Golden Kasmara

Editor : Syarifudin

Pemain : Barry Prima, Malfin Shayna, Sonny Dewantara, Joseph Hungan, Candy Satrio, Mia Silvianty

Tuesday, March 17, 2026

FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA

 


FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA, Cerita tentang pembalasan wanita korban perkosaan sudah sering di filmkan. Untuk menyebutkan  beberapa judul yagn sangat mengesankan antara lain "Lipstick" {Margaux Hemingway) dan "The Accused" (Jodie Foster) dari Amerika, "Law and Justice" (Joe Wang Chu Shien) dari Hongkong dan Bila Hati Perempuan Menjerit (Dana Christina) yang merupakan "Lipstick" versi Indonesia. 

Satu lagi adalah WANITA yang merupakan produksi patungan antara PT. Andalas Kencana Film dengan PT. Galunggung Putra Perkasa Film. Digarap Adi Soerya Abdi yang untuk kedua kalinya mengarahkan Meriam Bellina setelah "Sejak Cinta Di CIptakan".

Permainan Mer di dukung oleh Mathias Muchus sebagai Kapten Polisi, Herman Felani sebagai Dokter, Tyas Wahono sebagai pemimpin pemerkosa, Zainal Abidin sebagai ayah si Dokter, Jack Malland sebagai si Pengacara dan dua pemerkosa lainnya di perankan Sigit Subangun dan Mustafa Jackson. 

Ilustrasi musik ditata Indra Lesmana (sebelumnya pernah menata musik film "Bercinta Dalam Mimpi" dan "Sejak Cinta Di Ciptakan") yang mampu mengejutkan penonton lewat hentakan musik tiba-tiba. 

Berapa banyak kasus perkosaan terjadi setiap tahunnya di Indonesia? Menilik data dari tahun 1980 sampai dengan 1990, jumlahnya terus meningkat dari 3000 sampai 4000 kasus. Padahal di duga keras masih lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan. 

Lalu berapa kasus yang bisa di selesaikan? Ternyata sebagian sulit dituntaskan karena kekurangan bukti, sebagian lagi diselesaikan secara kekeluargaan, padahal sang korban sudah terlanjur tercoreng aib di wajahnya yang bisa menjadi trauma seumur hidup. 

Inti cerita film ini pun tentang Lisa, seorang wanita korban perkosaan tiga pemuda brutal yang di pimpin oleh Hengky. Lisa dirawat dr. Iwan yang kemudian membawanya ke rumahnya. Rupanya dokter muda ini ingin menyembuhkan pasiennya dengan cara-cara khusus. 

Kapten Markus yang mengusut kasus ini mengajak Iwan ke desa untuk menemui ibu kandung Lisa. Pelan-pelan Lisa mulai sembuh. Di dukung Iwan yang mencintainya, ia membuka toko bunga. Namun Hengky dkk, muncul lagi untuk menterornya. 

Siapa sebenarnya Hengky dkk?

Tiada penjelasan, namun melihat istana serta mobil mewahnya, jelas asal mereka dari kalangan atas. Kesewenang-wenangan mereka makin memuncak ketika kepintaran pengacara membuat mereka dibebaskan dari segala tuduhan. 

Dilanda Shock berat, apalagi diteror terus menerus membuat Lisa nekad menabrak mati dua pemerkosanya. Sidang kembali dibuka tapi kali ini Lisa yang menjadi tertuduh. Saat hakim menjatuhkan vonis, Hengky yagn cuma patah lengan, mengejeknya dengan cara memuakkan, Lisa tak kuasa menahan dirinya lagi, mencabut pistol dari pinggang polisi pengawalnya dan Dor !

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Sunday, March 15, 2026

SUTING CATATAN SI BOY 2


 SUTING CATATAN SI BOY 2, Jam 8 pagi lebih dikit, dirumah mewah milik Sumi Hakim nampak kru film dari PT. Bola Dunia Film, sedang mempersiapkan peralatan untuk suting film Catatan Si Boy II. Kamis itu rencana mereka akan mengulang kembali beberapa adegan yang sudah diambil,tapi tak bisa di pakai lantaran rusak ketika di proses di studio. Tepatnya untuk adegan pada Cine 66 sampai 69.

Di tempat yang sama, di Jalan Margasatwa Barat No. 45, suting film ini sudah berjalan 4 hari. Satu hari terpaksa mereka harus 'break' lantaran si empunya rumah punya hajat ulang tahun. Di rumah yang berhalaman luas itu, hampir semua lantainya tertutup karpet tebal. Kesan rumah mantan peragawati beken di zamannya ini memang megah. 

"Pokoknya perbandingan dengan "Catatan Si BOy I, film keduanya ini saja lebih diutamakan setting, artisik juga dari segi kostum para pemainnya. Formasi pemain masih tetap sama hanya ditambah pendatang baru Venna Melinda. Selain itu peran Emon (Didi Petet) porsinya lebih banyak dari yang pertama. Suting dilakukan di Jakarta, kemudian di Puncak, Bandung, Jogyakarta dan Bromo. Mnkin juga bila sempat akan terus ke Bali. Penggarapannya di rencanakan akan makan waktu satu setengah bulan lebih lama dari yang pertama yang hanya 35 hari, "papar sang sutradara Nasri Cheppy. 

"Selama ini Boy II saya rasakan lebih mudah, lancar daripada film pertama dimana sering tersendat, lantaran waktu itu Meriam Bellina sering sakit. Jelas untuk membuat film lanjutan ini saya lebih serius menggarapnya agar bisa melebihi kesuksesan film pertama, " sambungnya. 

Setelah mengambil adegan ulang, teman-teman Boy yang diperankan oleh Faradina, Eva Alonia, Ila Dot dan Melly Nur, suting pun terhenti sesaat untuk makan siang. Sementara yang lain langsung menyerbu keruang makan, sutradara masih tetap di sekitar ruangan. Sekali-kali dia menyedot kuat rokok lewat pipanya. Mondar mandir di ruangan, duduk, sambil membaca koran dan berbicara sedikit dengan asistennya. Baru dia pergi ke ruang makan bersama kru lainnya sambil menunggu kedatangan Onky Alexander pemeran utama film Catatan Si Boy II ini. 

Jam 12 lewat dikit, Onky datang beriringan dengan Sofia Latjuba yang kini jadi pengantar setianya. Selesai acara makan, suting pun dilanjutkan di kamar pribadi Sumi Hakim sendiri. Karena kamar itu di permak jadi kamar si Boy, maka dekorasi dirumah itu diganti dengan setting kamar anak muda. Ada gambar bapak Presiden ada bendera Indonesia, beberapa piala dan trophy dan banyak foto Onky yang berderet di pajang diruang itu. Karena kamarnya dipergunakan oleh si Boy, kabarnya Sumi Hakim sendiri sengaja tidur di hotel. 

"Ya.....siaap... Kamera..... Action...", kata sang sutradara mengarahkan peran Onky dan Dede di kamar itu. 

"....Gue lagi bingung nih.. Dy," kata Onky mengucapkan dialog pada skenario yang tadi dibacakan. Adegan pengulangan beberapa kali dilakukan. 

"Sofia... masuk...!" canda Nasri Cheppy pada Sofia Latjuba yang tak berperan dalam film ini. Sofia yang duduk dikursi cuma mesem mesem mendengar suara sutradara yang pernah menggarapnya di film "Bilur Bilur penyesalan" yang diperankannya. Mungkin gurauan sutradara ini ditujukan pada Onky agar lebih mantap memainkan peranannya. Maklum Onky siang itu selalu sering mengeluarkan keringat. Entah grogi atau memang keseriusan berakting. Yang jelas Wati, make up girlnya seringkali mengusapkan tisu untuk menghilangkan keringat di muka Boy. 

"Ya kalau break sehari saja, kadang saya suka deg degan lagi bila berhadapan dengan kamera. Kalau tiap hari sih, biasa saja. Maklum saya punya trauma nggak bisa dilihat orang banyak, ' cetus Onky. 

Saat ditanya bagaimana dengan film keduanya ini, Onky pun menjawab. "Perannya sih sama saja dengan yang pertama. Namun dalam hati kecil saya, merasa dituntut untuk memainkan lebih baik dari yang pertama. Saya pun takut mengecewakan penonton bila permainan saya ini lebih jelek dari yang pertama, " papar Onky setelah selesai suting. 

Dan besok, dan besoknya lagi kamera masih menunggu permainan Onky Alexander, Didi Petet serta Meriam Bellina di Catatan Si Boy II ini.  ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit

 


DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit (Film Lawas). Richard Brown pengusaha komputer yang sukses di Jakarta. Walau berdarah Amerika, tapi setelah menikah dengan Florinda, ia memilih menjadi WNI. 

Justru menjelang ultah ke 8 putera tunggal mereka, Bobby, terjadilah malapetaka. Brown menolak bujukan sindikat bandit di bawah pimpinan Mr. Hawk untuk bekerjasama. Akibatnya, datanglah algojo-algojo ke rumahnya, Florinda di per kosa habis-habisan sedangkan Bobby di hajar hingga tewas. 

Ketika mendapatkan mayat anak isteri dan pelayan-pelayannya berkaparan di rumahnya, berkobarlah kemurkaan  lelaki ini. Brown bukan lelaki lemah. Dulu pernah menjadi anggota marinir yang bertempur melawan gerilyawan Vietcong di belantara Vietnam. Dengan cara-caranya yang khas, Brown mengincar pembunuh-pembunuh sadis itu, sampai menjurus kearah dalangnya, Mr. Hawk. 

Produksi kebanggaan PT. Rapi Film ini konon sengaja dibuat dengan biaya besar, sekitar empat lima kali biaya film biasa. Dibintang utamai oleh bintang impor dari Hollywood, Christ Mitchum. 

"Tujuannya tentusaja agar laku dijual di luar negeri, " kata produser Gope Samtani. "Nama Christ di Amerika memang tenggelam oleh bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, Robert Mitchum. Namun di Eropa dan Asia, Chris sangat populer. Jadi dengan memakai dia, penjualan film ini diluar negeri diharapkan bisa laku. 

Berbeda dengan filmnya terdahulu "Menentang Maut" (1985), dimana Chris cuma tampil dalam beberapa adegan saja, disini ia bermain penuh dari awal sampai akhir. 

"Seratus Persen! Sama seperti filmnya yang sukses dulu "The Summertime KIller", sekarang pun ia bermain habis-habisan selama 30 hari di Indonesia, " ujar Arizal. 

Dari antara bintang kita yang dipilih untuk bermain adalah Ida Iasha, Siska Widowati, August Melasz, Zaenal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Gino Makasutji dan bintang cilik Andre Mathias. Satu lagi bintang dari Barat , Mike Abbot sebagai musuh bebuyutan Chris. 

Diantara adegan-adengan yang menegangkan adalah uber-uberan mobil dari Jakarta sampai Bandung. Ceritanya mobil Brown yagn di kejar mobil-mobil penjahat sampai menerjang sebuah stasiun di kotak kecil. Dan a la James Bond dalam "Octopussy". Brown mengebtkan mobilnya diatas rel. Dari arah berlawanan datang kereta api. Bron bisa banting stir, terhindar tabrakan maut, Sebaliknya mobil bandit di belakangnya, tergilas remuk dan meledak. 

Sayangnya banyak figuran, penumpang-penumpang kereta api benran yang cuma planga plongo saja. Padahal mustinya kan mereka panik atau gimana gitu, lha wong ada mobil nabrak sepur kok pada anteng-anteng saja!.

Perkara menggarap adegan baku kejar mobil, Arizal sudah berpengalaman lewat film "Segitiga Emas", boleh di puji ketrampilan dan ide-idenya. Ada mobil yang sampai nyangsang , pada dahan pohon besar bibir jurang. "Tapi adegan yang seru adalah bagaimana Brown menerbangkan sepeda motornya, menabrak pesawat, helikopter sampai meledak, " kata Arizal bepromosi 

Adegannya, Mr. Hawk bersama Elizabet Yvonne berusaha kabur dengan helikopter. Brown tak sudi melepaskan mereka. Mengebutkan motor dari loteng. Tepat ketika heli melintas, ia melonjakkan motornya, menerjang pesawat itu. 

Apa peranan bintang Ida Iasha?. Sebagai Julia, sekretaris pribadi Mr. Hawk. Ia sangat di percaya gembong mafia itu. Padahal sebenarnya Julia ingin membalas dendam kematian kakak perempuannya. Secara diam-diam ia membocorkan  rencana jahat Mr. Hawk kepada Brown. Mereka bekerjasama membasmi bandit-bandit. Julia punya kemahiran menembak konon dipelajari ketika menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Sayang pada klimaksnya, Julia harus mengorbankan nyawanya untuk menolong Brown. 

"Dendam Membara adalah judul yang dipilih untuk peredaran di Indonesia. Tapi untuk peredaran di luar negeri dipakai titel dalam bahasa Inggris "Final Score". Ikalnnya di muat di satu halaman penuh di "Variety" majalah petunjuk film terbitan Hollywood, yang dianggap sebagai kitab utama dunia perfilman. 

Secara keseluruhan, film ini memang ramai, penuh dar der dor. Kawanan bandit digambarkan kelewat kejam, main perko sa dan main b u n u h  secara sangat vulgar. Sedangkan pihak kepolisian biasanya baru muncul di akhir film, menyalami Brown yang telah berjasa membasmi bandit. Meskipun untuk tindakan main hakim sendiri itu matu tak mau Brown tetap harus mempertanggungjawabkannya kelak.~diambil dari MF No. 049/17/Tahun ke IV, 14 Mei - 27 Mei 1988



Friday, March 13, 2026

EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI"


 EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI", (Berita Lawas). Penata Artistik terkenal El Badrun sudah bida di pastikan tak lagi menggarap film Saur Sepuh yang akan memulai suting awal Oktober (1989). Sejak Agustus El Badrun yang pernah mendapat predikat Penata Artistik yagn dipuji di Forum Film Bandung, dirangkul PT. Firman Mercu Alam Film menggarap film sejenis "Misteri Dari Gunung Merapi".

Budi Sutrisno produser Firman Film membenarkan Badrun sekarang tengah konsetrasi menciptakan trik-trik film untuk "Misteri" yang juga diangkat dari sandiwara radio terkenal saingan Saur Sepuh dan Tutur Tinular itu. "Sejak semula ketika banyak penggemar sandiwara "Misteri" menyarankan cerita itu difilmkan, dalam bayangan saya, sutradara Lilik Sudjio dan Penata artistik El Badrun sudah masuk bayangan saya begitu saya baca skenarionya, " ujar produser yang sukses dengan film-film Rhoma Irama itu. 

Berhubung banyak trik-trik film seperti membuat pesawat yang bisa terbang di zaman dulu sebagai tunggangan Ki Jabat, atau air yang bisa mengalir seirama orang berjalan naik turun tangga termasuk cambuk yang bisa masuk tangan yang kelak di proses di Amerika, memang membuat El Badrun tak mungkin lagi masuk ke film lain. yang di temui di lokasi studio Ciracas hanya menyebut bahwa ia memperoleh banyak tantangan dalam menggarap trik-trik yang ada di film "Misteri Dari Gunung Merapi" sehingga ia bersama krunya selalu mencari ide-ide untuk dituangkan ke film. "Paling tidak membuat fantasi penggemar cerita sandiwara radio itu seperti melihat khayalan yang pernah mereka bayangkan, " ucap Badrun, kelahiran 21 januari 1950.

Film "Misteri dari Gunung Merapi" didukung oleh barisan pemain seperti Fendy Pradana, Ida iasha, Farida Pasha, Rina Hassim, Azrul Zulmi, PIet Pagau, Si Gobang EK Soemadinata, Simon Cader, Gino Makasutji, Nani Wijaya dan Yurike Prastica serta puluhan pemain lain. 

Suting film bergerilya dari Ciracas, Bogor, Semarang, Ungaran, Tegal, Solo, Yogya, Pangandaran serta dilanjutkan di studion Jakarta. Suting yang direncanakan memakan waktu 4 bulan. 

MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989