Tuesday, March 17, 2026

FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA

 


FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA, Cerita tentang pembalasan wanita korban perkosaan sudah sering di filmkan. Untuk menyebutkan  beberapa judul yagn sangat mengesankan antara lain "Lipstick" {Margaux Hemingway) dan "The Accused" (Jodie Foster) dari Amerika, "Law and Justice" (Joe Wang Chu Shien) dari Hongkong dan Bila Hati Perempuan Menjerit (Dana Christina) yang merupakan "Lipstick" versi Indonesia. 

Satu lagi adalah WANITA yang merupakan produksi patungan antara PT. Andalas Kencana Film dengan PT. Galunggung Putra Perkasa Film. Digarap Adi Soerya Abdi yang untuk kedua kalinya mengarahkan Meriam Bellina setelah "Sejak Cinta Di CIptakan".

Permainan Mer di dukung oleh Mathias Muchus sebagai Kapten Polisi, Herman Felani sebagai Dokter, Tyas Wahono sebagai pemimpin pemerkosa, Zainal Abidin sebagai ayah si Dokter, Jack Malland sebagai si Pengacara dan dua pemerkosa lainnya di perankan Sigit Subangun dan Mustafa Jackson. 

Ilustrasi musik ditata Indra Lesmana (sebelumnya pernah menata musik film "Bercinta Dalam Mimpi" dan "Sejak Cinta Di Ciptakan") yang mampu mengejutkan penonton lewat hentakan musik tiba-tiba. 

Berapa banyak kasus perkosaan terjadi setiap tahunnya di Indonesia? Menilik data dari tahun 1980 sampai dengan 1990, jumlahnya terus meningkat dari 3000 sampai 4000 kasus. Padahal di duga keras masih lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan. 

Lalu berapa kasus yang bisa di selesaikan? Ternyata sebagian sulit dituntaskan karena kekurangan bukti, sebagian lagi diselesaikan secara kekeluargaan, padahal sang korban sudah terlanjur tercoreng aib di wajahnya yang bisa menjadi trauma seumur hidup. 

Inti cerita film ini pun tentang Lisa, seorang wanita korban perkosaan tiga pemuda brutal yang di pimpin oleh Hengky. Lisa dirawat dr. Iwan yang kemudian membawanya ke rumahnya. Rupanya dokter muda ini ingin menyembuhkan pasiennya dengan cara-cara khusus. 

Kapten Markus yang mengusut kasus ini mengajak Iwan ke desa untuk menemui ibu kandung Lisa. Pelan-pelan Lisa mulai sembuh. Di dukung Iwan yang mencintainya, ia membuka toko bunga. Namun Hengky dkk, muncul lagi untuk menterornya. 

Siapa sebenarnya Hengky dkk?

Tiada penjelasan, namun melihat istana serta mobil mewahnya, jelas asal mereka dari kalangan atas. Kesewenang-wenangan mereka makin memuncak ketika kepintaran pengacara membuat mereka dibebaskan dari segala tuduhan. 

Dilanda Shock berat, apalagi diteror terus menerus membuat Lisa nekad menabrak mati dua pemerkosanya. Sidang kembali dibuka tapi kali ini Lisa yang menjadi tertuduh. Saat hakim menjatuhkan vonis, Hengky yagn cuma patah lengan, mengejeknya dengan cara memuakkan, Lisa tak kuasa menahan dirinya lagi, mencabut pistol dari pinggang polisi pengawalnya dan Dor !

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Sunday, March 15, 2026

SUTING CATATAN SI BOY 2


 SUTING CATATAN SI BOY 2, Jam 8 pagi lebih dikit, dirumah mewah milik Sumi Hakim nampak kru film dari PT. Bola Dunia Film, sedang mempersiapkan peralatan untuk suting film Catatan Si Boy II. Kamis itu rencana mereka akan mengulang kembali beberapa adegan yang sudah diambil,tapi tak bisa di pakai lantaran rusak ketika di proses di studio. Tepatnya untuk adegan pada Cine 66 sampai 69.

Di tempat yang sama, di Jalan Margasatwa Barat No. 45, suting film ini sudah berjalan 4 hari. Satu hari terpaksa mereka harus 'break' lantaran si empunya rumah punya hajat ulang tahun. Di rumah yang berhalaman luas itu, hampir semua lantainya tertutup karpet tebal. Kesan rumah mantan peragawati beken di zamannya ini memang megah. 

"Pokoknya perbandingan dengan "Catatan Si BOy I, film keduanya ini saja lebih diutamakan setting, artisik juga dari segi kostum para pemainnya. Formasi pemain masih tetap sama hanya ditambah pendatang baru Venna Melinda. Selain itu peran Emon (Didi Petet) porsinya lebih banyak dari yang pertama. Suting dilakukan di Jakarta, kemudian di Puncak, Bandung, Jogyakarta dan Bromo. Mnkin juga bila sempat akan terus ke Bali. Penggarapannya di rencanakan akan makan waktu satu setengah bulan lebih lama dari yang pertama yang hanya 35 hari, "papar sang sutradara Nasri Cheppy. 

"Selama ini Boy II saya rasakan lebih mudah, lancar daripada film pertama dimana sering tersendat, lantaran waktu itu Meriam Bellina sering sakit. Jelas untuk membuat film lanjutan ini saya lebih serius menggarapnya agar bisa melebihi kesuksesan film pertama, " sambungnya. 

Setelah mengambil adegan ulang, teman-teman Boy yang diperankan oleh Faradina, Eva Alonia, Ila Dot dan Melly Nur, suting pun terhenti sesaat untuk makan siang. Sementara yang lain langsung menyerbu keruang makan, sutradara masih tetap di sekitar ruangan. Sekali-kali dia menyedot kuat rokok lewat pipanya. Mondar mandir di ruangan, duduk, sambil membaca koran dan berbicara sedikit dengan asistennya. Baru dia pergi ke ruang makan bersama kru lainnya sambil menunggu kedatangan Onky Alexander pemeran utama film Catatan Si Boy II ini. 

Jam 12 lewat dikit, Onky datang beriringan dengan Sofia Latjuba yang kini jadi pengantar setianya. Selesai acara makan, suting pun dilanjutkan di kamar pribadi Sumi Hakim sendiri. Karena kamar itu di permak jadi kamar si Boy, maka dekorasi dirumah itu diganti dengan setting kamar anak muda. Ada gambar bapak Presiden ada bendera Indonesia, beberapa piala dan trophy dan banyak foto Onky yang berderet di pajang diruang itu. Karena kamarnya dipergunakan oleh si Boy, kabarnya Sumi Hakim sendiri sengaja tidur di hotel. 

"Ya.....siaap... Kamera..... Action...", kata sang sutradara mengarahkan peran Onky dan Dede di kamar itu. 

"....Gue lagi bingung nih.. Dy," kata Onky mengucapkan dialog pada skenario yang tadi dibacakan. Adegan pengulangan beberapa kali dilakukan. 

"Sofia... masuk...!" canda Nasri Cheppy pada Sofia Latjuba yang tak berperan dalam film ini. Sofia yang duduk dikursi cuma mesem mesem mendengar suara sutradara yang pernah menggarapnya di film "Bilur Bilur penyesalan" yang diperankannya. Mungkin gurauan sutradara ini ditujukan pada Onky agar lebih mantap memainkan peranannya. Maklum Onky siang itu selalu sering mengeluarkan keringat. Entah grogi atau memang keseriusan berakting. Yang jelas Wati, make up girlnya seringkali mengusapkan tisu untuk menghilangkan keringat di muka Boy. 

"Ya kalau break sehari saja, kadang saya suka deg degan lagi bila berhadapan dengan kamera. Kalau tiap hari sih, biasa saja. Maklum saya punya trauma nggak bisa dilihat orang banyak, ' cetus Onky. 

Saat ditanya bagaimana dengan film keduanya ini, Onky pun menjawab. "Perannya sih sama saja dengan yang pertama. Namun dalam hati kecil saya, merasa dituntut untuk memainkan lebih baik dari yang pertama. Saya pun takut mengecewakan penonton bila permainan saya ini lebih jelek dari yang pertama, " papar Onky setelah selesai suting. 

Dan besok, dan besoknya lagi kamera masih menunggu permainan Onky Alexander, Didi Petet serta Meriam Bellina di Catatan Si Boy II ini.  ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit

 


DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit (Film Lawas). Richard Brown pengusaha komputer yang sukses di Jakarta. Walau berdarah Amerika, tapi setelah menikah dengan Florinda, ia memilih menjadi WNI. 

Justru menjelang ultah ke 8 putera tunggal mereka, Bobby, terjadilah malapetaka. Brown menolak bujukan sindikat bandit di bawah pimpinan Mr. Hawk untuk bekerjasama. Akibatnya, datanglah algojo-algojo ke rumahnya, Florinda di per kosa habis-habisan sedangkan Bobby di hajar hingga tewas. 

Ketika mendapatkan mayat anak isteri dan pelayan-pelayannya berkaparan di rumahnya, berkobarlah kemurkaan  lelaki ini. Brown bukan lelaki lemah. Dulu pernah menjadi anggota marinir yang bertempur melawan gerilyawan Vietcong di belantara Vietnam. Dengan cara-caranya yang khas, Brown mengincar pembunuh-pembunuh sadis itu, sampai menjurus kearah dalangnya, Mr. Hawk. 

Produksi kebanggaan PT. Rapi Film ini konon sengaja dibuat dengan biaya besar, sekitar empat lima kali biaya film biasa. Dibintang utamai oleh bintang impor dari Hollywood, Christ Mitchum. 

"Tujuannya tentusaja agar laku dijual di luar negeri, " kata produser Gope Samtani. "Nama Christ di Amerika memang tenggelam oleh bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, Robert Mitchum. Namun di Eropa dan Asia, Chris sangat populer. Jadi dengan memakai dia, penjualan film ini diluar negeri diharapkan bisa laku. 

Berbeda dengan filmnya terdahulu "Menentang Maut" (1985), dimana Chris cuma tampil dalam beberapa adegan saja, disini ia bermain penuh dari awal sampai akhir. 

"Seratus Persen! Sama seperti filmnya yang sukses dulu "The Summertime KIller", sekarang pun ia bermain habis-habisan selama 30 hari di Indonesia, " ujar Arizal. 

Dari antara bintang kita yang dipilih untuk bermain adalah Ida Iasha, Siska Widowati, August Melasz, Zaenal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Gino Makasutji dan bintang cilik Andre Mathias. Satu lagi bintang dari Barat , Mike Abbot sebagai musuh bebuyutan Chris. 

Diantara adegan-adengan yang menegangkan adalah uber-uberan mobil dari Jakarta sampai Bandung. Ceritanya mobil Brown yagn di kejar mobil-mobil penjahat sampai menerjang sebuah stasiun di kotak kecil. Dan a la James Bond dalam "Octopussy". Brown mengebtkan mobilnya diatas rel. Dari arah berlawanan datang kereta api. Bron bisa banting stir, terhindar tabrakan maut, Sebaliknya mobil bandit di belakangnya, tergilas remuk dan meledak. 

Sayangnya banyak figuran, penumpang-penumpang kereta api benran yang cuma planga plongo saja. Padahal mustinya kan mereka panik atau gimana gitu, lha wong ada mobil nabrak sepur kok pada anteng-anteng saja!.

Perkara menggarap adegan baku kejar mobil, Arizal sudah berpengalaman lewat film "Segitiga Emas", boleh di puji ketrampilan dan ide-idenya. Ada mobil yang sampai nyangsang , pada dahan pohon besar bibir jurang. "Tapi adegan yang seru adalah bagaimana Brown menerbangkan sepeda motornya, menabrak pesawat, helikopter sampai meledak, " kata Arizal bepromosi 

Adegannya, Mr. Hawk bersama Elizabet Yvonne berusaha kabur dengan helikopter. Brown tak sudi melepaskan mereka. Mengebutkan motor dari loteng. Tepat ketika heli melintas, ia melonjakkan motornya, menerjang pesawat itu. 

Apa peranan bintang Ida Iasha?. Sebagai Julia, sekretaris pribadi Mr. Hawk. Ia sangat di percaya gembong mafia itu. Padahal sebenarnya Julia ingin membalas dendam kematian kakak perempuannya. Secara diam-diam ia membocorkan  rencana jahat Mr. Hawk kepada Brown. Mereka bekerjasama membasmi bandit-bandit. Julia punya kemahiran menembak konon dipelajari ketika menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Sayang pada klimaksnya, Julia harus mengorbankan nyawanya untuk menolong Brown. 

"Dendam Membara adalah judul yang dipilih untuk peredaran di Indonesia. Tapi untuk peredaran di luar negeri dipakai titel dalam bahasa Inggris "Final Score". Ikalnnya di muat di satu halaman penuh di "Variety" majalah petunjuk film terbitan Hollywood, yang dianggap sebagai kitab utama dunia perfilman. 

Secara keseluruhan, film ini memang ramai, penuh dar der dor. Kawanan bandit digambarkan kelewat kejam, main perko sa dan main b u n u h  secara sangat vulgar. Sedangkan pihak kepolisian biasanya baru muncul di akhir film, menyalami Brown yang telah berjasa membasmi bandit. Meskipun untuk tindakan main hakim sendiri itu matu tak mau Brown tetap harus mempertanggungjawabkannya kelak.~diambil dari MF No. 049/17/Tahun ke IV, 14 Mei - 27 Mei 1988



Friday, March 13, 2026

EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI"


 EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI", (Berita Lawas). Penata Artistik terkenal El Badrun sudah bida di pastikan tak lagi menggarap film Saur Sepuh yang akan memulai suting awal Oktober (1989). Sejak Agustus El Badrun yang pernah mendapat predikat Penata Artistik yagn dipuji di Forum Film Bandung, dirangkul PT. Firman Mercu Alam Film menggarap film sejenis "Misteri Dari Gunung Merapi".

Budi Sutrisno produser Firman Film membenarkan Badrun sekarang tengah konsetrasi menciptakan trik-trik film untuk "Misteri" yang juga diangkat dari sandiwara radio terkenal saingan Saur Sepuh dan Tutur Tinular itu. "Sejak semula ketika banyak penggemar sandiwara "Misteri" menyarankan cerita itu difilmkan, dalam bayangan saya, sutradara Lilik Sudjio dan Penata artistik El Badrun sudah masuk bayangan saya begitu saya baca skenarionya, " ujar produser yang sukses dengan film-film Rhoma Irama itu. 

Berhubung banyak trik-trik film seperti membuat pesawat yang bisa terbang di zaman dulu sebagai tunggangan Ki Jabat, atau air yang bisa mengalir seirama orang berjalan naik turun tangga termasuk cambuk yang bisa masuk tangan yang kelak di proses di Amerika, memang membuat El Badrun tak mungkin lagi masuk ke film lain. yang di temui di lokasi studio Ciracas hanya menyebut bahwa ia memperoleh banyak tantangan dalam menggarap trik-trik yang ada di film "Misteri Dari Gunung Merapi" sehingga ia bersama krunya selalu mencari ide-ide untuk dituangkan ke film. "Paling tidak membuat fantasi penggemar cerita sandiwara radio itu seperti melihat khayalan yang pernah mereka bayangkan, " ucap Badrun, kelahiran 21 januari 1950.

Film "Misteri dari Gunung Merapi" didukung oleh barisan pemain seperti Fendy Pradana, Ida iasha, Farida Pasha, Rina Hassim, Azrul Zulmi, PIet Pagau, Si Gobang EK Soemadinata, Simon Cader, Gino Makasutji, Nani Wijaya dan Yurike Prastica serta puluhan pemain lain. 

Suting film bergerilya dari Ciracas, Bogor, Semarang, Ungaran, Tegal, Solo, Yogya, Pangandaran serta dilanjutkan di studion Jakarta. Suting yang direncanakan memakan waktu 4 bulan. 

MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, March 12, 2026

JANGAN RENGGUT CINTAKU

 


FILM JANGAN RENGGUT CINTAKU, ADAT SIRI DITEBUS JIWA. SIRI adalah adat Bugis, Sulawesi Selatan yagn harus di tebus dengan jiwa oleh orang yang telah mencorengkan aib. Adakah adat itu masi dipertahankan terus di zaman sekarang? Berdasarkan ide inilah wartawan sekaligus pemain teater daerah , Rachman Arge menulis cerpen, "Langkah Langkah Dalam Gerimis" yang di filmkan oleh sutradara Nurhadie Irawan sebagai produksi bersama PT. Manggala Perkasa Film dengan Pemda Sumsel. 

Maka diboyonglah bintang dari Jakarta. Mulai dari Mathias Muchus, Dian Nitami, Deddy Mizwar, Gito Gilas, Cok Simbara sampai Leroy Osmani. Pemain-pemain daerah ikutan mendukung jadi pemeran-pemeran pembantu. 

KAWIN LARI

I BULAENG kawin lari dengan Pajongai. Padahal ia sudah ditunangkan dengan Andi Sumange. Aib ini harus ditebus dengan darah. Sumange memburu mereka. Tapi Karaen Nyompa, Ayah Bulaeng menugaskan adiknya sendiri untuk menghabisi Pajongai. Bulaeng pun ikut tewas di ujung badik. 

Sejarah bagai terulang ketika adik Sumange, Adi Tenri bercinta dengan Andi Patongai. Ayah Sumange, Andi Mappa tak menyukai Pantongai karena silsilahnya. Terlanjur saling mencintai, Patongai dan Tenri nekad kawin lari. Untuk menghapus siri ini, Andi Mappa yang sakit-sakitan menugaskan Sumange. Berbekal Badik, Sumange menemukan pondok di gubung yang jadi persembunyian burauannya. Bertepatan tiba saatnya bersalin bagi Tenri. Ditimpa rintik gerimis, Sumange dan Patongai berhadapan dengan badik ter hunus. 

Inti ceritanya sebenarnya cukup menarik, sayang kelewat dibebani pesan sponsor wisata Pemda hingga harus dijejalkan sejumlah adegan tari-nyanyi yang terasa berkepanjangan. Padahal harus diakui panorama Sulsel dan Tana Toraja punya daya tarik khas. Akibatnya cerita bgai terpenggal jadi tiga bagian. Bagian Awal kisah Sumange (Mathias Muchus), Bagian tengah kisah kelompok mahasiswa yang dipimpin Patongai (Gito Gilas), pacaannya dengan Tenri (Dian Nitami). Bagian inilah yang terasa rada kedodoran. Diakhiri dengan konflik antara Sumange dan Patongai. 

Kendati cuma muncul beberapa scene, Deddy Mizwar sebagai Karaeng Nyompa yang gagal jadi mertua Sumange, menampilkan akting berkualitas. Terbukti masuk daftar unggulan, walau kemudian yang menang pemeran calon besannya, Rachman Arge. 

Catatan : Selain Citra untuk Aktor Pembantu Terbai, Film ini juga membuahkan piala Citra Penata Musik Terbaik 1990 untuk Areng Widodo. 

Wednesday, March 11, 2026

SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran


 SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran. Sudah menjadi tradisi kalau film-filmnya Warkop Dono Kasino Indro selalu memeriahkan Lebaran dan liburan akhir tahun. Begitupun untuk menyambut akhir tahun 1994 dan awal 1995, Warkop kembali menghibur masyarakat Jakarta lewat arahan Arizal. 

Dua primadona yang kembali di tampilkan, Dia Permatasari dan Gitty Srinita, sebelumnya sudah beberapa kali bermain bersama Warkop untuk produksi PT. Soraya Intercine Film. Diramaikan juga oleh Him Damsyik, Rara Aziz, Ike Rachmawati, Ingrid MP Kansil, dan belasan figuran seksi bahenol. 

Ceritanya, Kasino pacaran sama Yuli, anak seorang juragan restoran. Masakan yang disuguhkan memang oke, hingga pengunjungnya pun selalu ramai. Hal ini membuat sirik Pak Soleh, pemilik restoran sebelah. Maka Pak Soleh mengatur siasat licik. Ia memasukkan tikus-tikus kecil putih ke restoran agar para tamu kabur dari restoran. Masih belum puas, Pak Soleh melapor ke Dinas Kesehatan, bahwa restoran ayah Yuli sangat jorok dan tidak sehat. 

Yuli minta bantuan pada Kasino bertiga untuk menghadapi siasat licik Pak Soleh. Apalagi bakal ada peninjauan langsung dari pejabat Pemda dan wartawan. Tanpa pikir panjang lagi, Kasino, Dono dan Indro bersedia menyamar jadi pelayan restoran. 

Ternyata petugas Pemda juga menyamar sebagai tamu biasa. Pak Soleh yang sengaja bikin onar, juga berpura-pura menjadi tamu. Begitu masakan pesanannya di sajikan, kontan ia ribut, ada kecoa di mangkoknya. Tak kekurangan akal, Kasino berdalih, :Ini bukan kecoa, melainkan jamur, lihat nih, saya makan, " demi pacar, Kasino tak ragu memasukkan kecoa itu ke mulutnya. 

Karuan Pak Soleh mendelik, intriknya gagal, sebaliknya Kasino lari ke dapur untuk muntah-muntah. 

Pak Soleh terus bikin ulah untuk menarik perhatian petugas dan wartawan. Dari eternit berjatuhan tikus putih. Untung Dono dan Indro lihai menyambut tikus-tikus itu dengan mangkok. Betapapun akhirnya kelicikan Pak Soleh terbongkar juga. Bukan saja siasatnya tak berhasil malah ia yang diborgol polisi. Semua ini tak lepas dari jasa Kasino dan kawan-kawan. Saking senangnya, ayah Yuli memberi izin putrinya bertamasya ke pantai dengan trio bujang lapuk itu. 

Hura hura di pantai yang mengumbar senam belasan cewek berbikini dipadu kekonyolan tingkah Dono, Kasino dan Indro. 

Produksi : PT. Soraya Intercine Film

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Arizal


Tuesday, March 10, 2026

PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG


 PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG

Sejak suksesnya Sundel Bolong yang diperani oleh Suzanna pada awal tahun 1980an, film-film horor nasional kembali banyak di produksi. Wajar kalau dibilang Suzanna sebagai ratunya film horor dan mistik. Coba saja lihat film-filmnya seperti Ratu Ilmu Hitam, Nyi Blorong, Nyi Blorong PUtri Nyi Roro Kidul, dan juga Telaga Angker.

Baru belakangan ini salah seorang artis terbaik yang pernah menggondol Piala Citra di awal penampilannya, Joice Erna juga mulai laris membintangi film-film serupa. Padahal biasanya ia selalu bermain dalam film-film bertema drama. Tapi sekarang paling tidak sudah tiga judul film diperaninya sebagai makhluk jejadian. 

Yang baru saja adalah film "Dendam Jumat Kliwon" produksi PT. Cancer Mas Film perannya sebagai arwah penasaran yang memburu perempok pembunuhnya. Lalu di "Nenek Lampir" dari PT Japos Film juga sebagai arwah yagn semasa hidupnya pernah di per kosa dan kemudian di kubur hidup-hidup oleh lima lelaki jahanam. Dan "Putri Kuntilanak" produksi perdana PT. Andalas Kencana Film. Apakah perannya sebagai arwah penasaran lagi?

"Bukan!" sanggah Joice. "Kali ini saya  jadi makhluk Sundel bolong alias Kuntilanak yang bisa jadi manusia karena di kawini oleh seorang pemuda budiman!" hiiiii....

Duo Produser Ramesh dan Madhu, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia film, mempercayakan penyutradaraan produksi perdana mereka kepada Atok Suharto. Biasanya Atok menggarap film-film laga antara lain "Puteri duyung", "bukit Berdarah", "Terjebak Penari Erotis", "Cewek-cewek Genit" dan lain-lain, tapi tercatat cukup berhasil juga lewat film horor "Perempuan Malam" yang dibintangi oleh Siska Widowati dan George Rudy. 

"Saya mempertemukan bintang-bintang kawakan seperti Joice Erna, Rina Hassim, Farida Pasha, dan Doddy Sukma dengan bintang-bintang muda Sally Marcellina, Dolly Martin dan pendatang baru Etick Gantira," ungkap Atok Suharto. 

Sally Marcellina, pertama tampil sebagai figuran dalam film "jejaka Jejaka". Perannya sebagai salah seorang pacar Richie Ricardo. Melejit jadi pemeran utama wanita dalam "Macan Kampus" berpasangan dengan Rano Karno, tapi kurang menonjol. 

"Kini Sally jadi pemeran utama , si putri kuntilanak waktu kecil di perankan oleh Ratuliu. Tapi namanya saja putri makhluk halus, bisa cepat sekali jadi gadis dewasa!". Suami Joice, Mustafa Jackson ikut mendukung di bagian awal. Perannya sebagai suami yang budiman. 

Film ini berkisah tentang perkawinan Andy dan Alisa tak di restui orang tua Andy. Mereka sudah punya calon bernama Enny. Gadis yang sakit hati ini menghubungi paranormal Badrani. Baru ketahuan kalau Alisa sebenarnya penjelmaan Sundel Bolong. untuk mengusirnya paku yang menancap di kepalanya musti di cabut. 

Andy shock berat melihat kenyataan siapa sebenarnya isteri tercintanya. Ia  melarikan bayinya, Melisa ke dalam hutan. Terjerumus ke jurang, Mati. Si Cilik Melisa merangkak dalam belukar. Terjadi proses gaib, ia tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita. 

Kecantikan Melisa membuat ia diterima jadi fotomodel di sebuah studio. Fotografer Tommy terpikat padanya. Enny yang juga berprofesi sebagai fotomodel, bersaing dengan Melisa memperebutkan cinta Tommy. 

Teror-teror mulai melanda ketika si juru rias Rizky yang gemar menghasut, diemukan mati dalam keadaan mengerikan. Melisa mulai melancarkan pembalasan kepada Enny dan Badrani yang telah mencelakai orangtuanya. Selanjutnya? tonton ya...


Produksi : PT. Andals Kencana Film, Produser Ramesh & Madhu, Sutradara : Atok Suharto, Cerita/Skenario : Sapto Ananda KD, Kamerawan : Jarok, Editor : Ermis Thaher : Pemain : Jice Erna sebagai Alisa, Sally Marcellina sebagai Melisa, Dolly Martin sebagai Tommy, Etick Gantira sebagai Enny, Farida Pasha sebagai Dukun Badrani, Rina Hassim sebagai Ny. Pramana, Doddy Sukma sebagai Pak Pramana dan Mustafa Jackson sebagai : Andy. 




Monday, March 9, 2026

FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU


 FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU, Sutradara Arizal dikenal karena film-film komedi atau actionnya. Untuk jenis komedi Arizal biasa menggunakan Warkop DKI lalu yang baru di coba Bagito Group "Bayar Tapi Nyicil", sedang untuk jenis action, Arizal biasa memakai bintang-bintang bule seperti dalam film "Pemburu Berdarah Dingin".

Arizal akhirnya mencoba membuat film Remaja "Lebih Asyik Sama Kamu" dengan ramuan cinta, komedi dan action. Ia mencoba gagasannya ini lewat pemain muda yang cukup di kenal macam Ryan "Lupus" Hidayat, Si Doi Sally Marcellina, Paramitha Rusady dan bintang gras Rigo Sulaiman. 

Cerita diawali dari dua anak muda. Ferdian dan Benny yang bermalam minggu ke disko dan menggoda cewek. Muncul Igun, pemuda ben cong yang mengenalkan Amelia pada Ferdian dan Benny. Tapi tunggu dulu, kalau keduanya langsung naksir cewek kaya dan manja macam Amelia ini, sebab masih ada cowok lain yang selalu dibawa-bawa oleh Amelia yang diakuinya sebagai saudaranya. 

Dan kalau kemudian diakhiri dengan berantem, maka ini usaha lain menjebloskan roh remaja pada film Arizal kali ini. Cuma sang sutradara membawanya ke adu panco ketimbang berantem fisik. Dan arizal langsung menggiringnya kekomedi. Ferdian memang kalah berpanco dan ia tak boleh menolak kalau celananya di basahi air es tepat di depan kancingnya. Ferdian tenang saja karena ia memasukan plastik penampung air dalam celananya. 

 Ferdian yang playboy memang berhasil menggaet Amelia. Tapi ketika muncul cewek imut-imut macam Indriani, Ferdian juga tak mau melepaskan kesempatan ini. Bisa dimaklumi kalau Amelia sakit hati, lalu mengupah "saudaranya" untuk menculik Indri. 

Sementara itu, Amelia ketemu paranormal yang menyarankan bahwa untuk menggaet Ferdian harus di curi celana dalamnya yang bekas dipakai. 

Dan dikamar ganti lelaki itulah disengaja, maunya, dimunculkan kelucuan-kelucuan seperti sosok Amelia yagn menyamar jadi lelaki terperangkap dikamar ganti cowok yang dengan seenaknya memelorotkan celananya dengan bebas. Dan ketika Amelia menemukan celana dalam milik orang lain yang disangka miliknya Ferdian untuk diambil. Akhirnya Amelia kena batunya, ternyata itu bukan celana dalam Ferdian sehingga orang yang punya celana dalam pun akhirnya mengejar-mengejar Amelia disuatu kesempatan seolah melihat bidadari yang keranjingan. Kontan saja Amelia kaget dan takut, ternyata salah sasaran. 

Sementara itu, ketika Indri di culik, Ferdian tahu kalau itu ulah Amelia dan ia mencoba menyelamatkan srikandinya, dan action yang menjadi ramuan sutradara di coba dengan anak-anak muda diadegan ini. Baik adu jot os, motor melayang maupun setelah itu perkelahian berguling model wanita antara Indri dan Amelia. 

Arizal seperti kagok mengemas ramuannya ke dalam film remaja ini yang senyap oleh dentuman musik, meski disana ada eki Soekarno dengan lagu-lagunya yang gress atau irama penyutradaraan yang kurang dinamis. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT Rapi Film

Cerita, Skenario, Sutraara : Arizal

Penata Kamera : H. Asnawi

Penyunting Gambar : Benny MS

Penata Musik : Ekki Soekarno

Pemain : 

Sally Marcellina : Amelia

Ryan Hidayat : Ferdian

Paramitha Rusady : Indri

Rigo Sulaiman : Benny

Gugun Benget : Igun

Sunday, March 8, 2026

BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT

 




BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT, (Berita lawas) Abdillah Harris adalah sutradara gaek baik dalam usia maupun pengalaman. Pengalaman di dunia film mulai sebagai asisten Kamerawan pada zaman pendudukan Jepang. Lalu jadi pemain Sandiwara. Dalam kancah revolusi ia menjadi anggota BKR, TKR (Cikal Bakal TNI). Berhenti dari dinas kemiliteran dengan pangkat Sersan mayor. 

Setelah bermain dalam beberapa film, Harris hengkang ke Malaysia. Malah berhasil jadi sutradara. Diantara film-filmnya yang sukses dengan mahabintang Malaysia P. Ramlee adalah "Pendekar Bujang Lapok" dan "Sersan Hasan".

Kembali ke Indonesia, ia ikut menyutradarai film silat patungan Indonesia - Taiwan "Panji Tengkorak" (1972) yang dibintangi oleh Shangkuan Linfung, Deddy Sutomo dan Lenny Marlina. Diantara karya penyutradaraan kemudian tercatat "Oma Irama Penasaran", "Karena Penasaran","Elang Laut", dan terakhir "Sona, Anak Srigala" yang pemasarannya rada seret. 

Setelah cukup lama beristirahat, mendadak A Harris muncul lagi dengan produksi perdana PT. Metro Vistaria Film, perusahaan film baru yang dikenalikan oleh puterinya sendiri, Dahria B Hadiyanto. 

Kali ini sebuah komedi dengan pelawak-pelawak jebolan Srimulat, Basuki, Timbul dan Sunaryo. Sebagai primadona dipasang Lydia Kandou. Namun karena Lydia sedang dalam keadaan perut besar, timbul kesulitan bagi kamerawan Sonikin. Tak kehabisan akal, Harris mengatur agar Lydia mengenakan daster atau di sut wajahnya saja. Ketika diambil adegan Lydia berbaring di ranjang, maka perutnya ditutup dengan guling hingga tak terlihat kehamilannya. 

Akal-akalan orang film," dalih Harris. "Sebab terlanjur sudah mengontrak Lydia. Kalau harus menunggu Lydia melahirkan , kapan filmnya selesai.  Alhasil film yang keseluruhan lokasinya di kota dodol Garut itu berhasil dirampungkan dalam tempo 24 shooting days. 

Diceritakan, Basuki, anak janda Komala hendak meminjam bendi warisan yang disimpan Paman Pandi. Semula sang paman keberatan, karena bendi keramat itu sngat berbahaya bila di jalankan di tempat umum. Konon, kalau wanita melihatnya dengan mata telanjang, bisa langsung terpelet pada si kusir. 

Jadi seperti halnya bila ada gerhana, untuk menghindari tergila-gila pada si kusir, wanita harus mengenaka kacamata hitam. Lalubagaimana kalau sudah terlanjur kepelet? Ada obatnya, nyanyikan saja lagu lawas "Kudaku Lari", sambil berjoget. 
Mendengar kemanjuran bendi itu, ayah Lydia, yakni Pak Timbul, yang tua-tua keladi, kepingin banget meminjamnya untuk memelet wanita-wanita. Akibatnya, ibu Lydia, Bu Mimin minggat dari rumah.

Bertambah kisruh dengan munculnya Dukun Embah Lepus yang menuntut Basuki. Tapi kemudian semua diakhiri dengan perkawinan Basuki Lydia. Sebagai mas kawin, Basuki mengajak Lydia berbendi-bendi keliling kota. Eh wanita-wanita yang tak berkacamata hitam spontan menguber-uber basuki. Termasuk ibu mertuanya sendiri. Bu Mimin. Kacau balau semuanya. 

Basuki kalau melawak di panggung, dengan improvisasinya, memang menyaingin Gepeng, tapi main film berbeda dengan melawak bebas. Kalau dipaksakan malah jadinya "over acting". Apalagi ia belum pernah menjadi pemeran utama dalam film, meski sudah dipertemukan sutradara Hengky Solaiman dengan Meriam bellina dalam "Senjata Rahasia Nona".

Maunya A Harris yang mengangkat cerita Yoyo Dasriyo ini jelas hendak menyuguhkan komedi situasi. Sayang rupanya mereka jarang menonton film-film komsit masakini sebagai padanan, hingga tetap saja pada pola penggarapa kuno. Mengharpakan penonton bisa tertawa dengan adega uber-uberan tok. jadinya ya kudaku lari lah. ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Produksi : PT. Metro Visitaria FIlm, Produser : Dahria B Hadiyanto, Sutradara/Skenario/Penata Musik ; A Harris, Cerita : Yoyo Dasriyo , Kamerawan : Sodikin, Editor Ermis Thaher, Pemain : Lydia Kandou (Lydia), Basuki (Basuki), Timbul (Timbul), Ade Irawan (Bu Komala), Aminah Cendrakasih (Bu Mimin), Arman Effendi (Paman Pendi), Jaja Miharja (Mbah Dukun), dan Hanna Marlina (Leila)

Monday, March 2, 2026

MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H. MAMAN FIRMANSYAH


SUTING FILM MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H.  MAMAN FIRMANSYAH, H. Maman Firmansyah sutradara yang telah menyelesaikan belasan film cerita, ketika akan suting adegan pertama film "Musnahkan Ilmu Santet" yang berlokasi di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut Jaksel, mengadakan upacara selamatan, doa bersama dengan para karyawan, bintang pendukung dan produser yang hadir di lokasi. 

Selesai pembacaan doa bersama, lalu menaburkan bunga ke kamera yang di pergunakan suting. Takut di ganggu setan kuburan? "Tidak! Tuhan lebih berkuasa!" jawabnya tegas. Cuma, lanjutnya ini sebagai prasyarat belaka. 

Memang seperti yang diharapkan, suting hari pertama berjalan lancar, hasil rekaman kamera yang dibidikkan H. Asmawi, juru kamera yang telah lama ngendon di PT. Rapi Film cukup memuaskan. 

Lokasi suting film yang idbintangi : Joice Erna, Rudy Salam, Dorman Borisman, Mandra, Bokir, dan Hengky Tornando itu tidak hanya di Jakarta dan Ciseeng studionya Rapi Film. Tapi juga di Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah. 

Di Ungaran, sebuah kota kecil sekitar 30 km arah selatan kota Semarang, lokasi sutingnya di sebuah rumah kuno, milik kol Soemarno. Rumah besar dengan luas kurang lebih 900m2 bekas milik penguasa perkebunan Belanda yang konon di bangun sekitar tahun 1900an, Maman dan kerabat kerjanya berkreasi. 

Sebelum suting biasanya Maman dan seluruh karyawan yang terlibat produksi sibuk mempersiapkan suting. Ha Maman bersama Sonu, sibuk diskusi untuk adegan-adegan yang akan di sut. Asmawi mengatur posisi kamera dan anak buahnya (Juru lampu) sibuk menempatkan lampu-lampu di atas bangunan. 

Yang juga tak kalah sibuknya Hendro, bagian artistik, bersama rekan-rekannya ia mempersiapkan sebuah kaca ukuran 3x4 meter ang akan dipergunakan untuk trick. (Glass shot)

Sementara itu masyarakat yang mau nonotn suting berjubel di halaman yang cukup luas. "Kemarin malam banyak yang sampai pagi", jelas Priyadi pimpinan produksinya. Memang lanjutnya adegan disini semua adegan malam. Suting kadang sampai pukul 04.00 pagi. "Untungnya yang punya rumah baik sekali", tambahnya memuji.

"Daripada Kosong, sepi, kalau hanya untuk suting film, boleh-boleh saja. Saya justru senang. Bisa nonton caranya orang bikin film. Selama ini cuma nonton filmnya saja. NGgak pernah tahu bagaimana bikinnya!", tukas Kol Soemarno, perwira AD yang pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani pembangunan kembali Keraton Surakarta itu. 

Selama ada suting , lanjutnya, isteri dan anak-anak, kadang juga begadang sampai pagi.," Bukan curiga tapi justru kami senang, " tegasnya. 

Bukan hanya keluarga Soemarno saja yang senang nonton suting. Masyarakat di sekitar tetangga-tetangganya, juga senang. Halaman yang cukup luas itu, kadang sampai penuh sesak pengunjung. Hari pertama semua tertib. Tapi pada hari kedua, tangan-tangan usil mulai beraksi. Tape mobil milik kru film digerayangi dan lenyap. "Mungkin karena polisinya juga ikut asyik nonton suting, " kilahnya. 

Tengang uang sewa rumahnya Soemarno tak mau berterus terang. "Saya tidak mau mengkomersilkan rumah saya untuk suting film. Kalau memang tertarik buat suting silahkan. Yang penting kita saling bisa menjaga. Kalaupun akan dikasih uang, sekedar untuk perbaikan kecil. Misalnya bekas yang di paku-paku, ya saya terima. " Tapi katanya menandaskan, "Saya tidak menentukan jumlah tertentu".

Selain pemain dari Jakarta, suting di Semarang dan Ungaran juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di daerah itu. Salah satu cewek yang ketiban kesempatan Farida Ariyani. Kenurut keterangan sang sutradara, Ida panggilan akrabnya punya potensi untuk jadi pemain yang baik. Cuma karena diadisemarang, kesempatan itu tidak banyak," kilah Maman. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut 


Tuesday, February 24, 2026

"TAKSI JUGA" EPISODE CINTA RAYMOND-MONA


 "TAKSI JUGA" EPISODE CINTA RAYMOND-MONA, (berita lawas). Akhir cerita Film Terbaik FFI 1990 "Taksi" memang dibiarkan terbuka, istilah filmisnya open ending, agar penonton menebak-nebak sendiri, apa selanjutnya yang terjadi pada tokoh-tokoh utamanya, si sopir taksi Giyon dan si penyanyi Desi, lalu siapa sebenarnya tokoh Raymon yang mengaku sebagai ayah si mungil Ita?

Pertanyaan ini terjawan dalam sekuel yang bertajuk "Taksi Juga" produksi PT Raviman Films dengan produser ayah dan puterinya, Manu Sukmajaya dan Hanita Mahtani. 

Cerita asli dan skenarionya tetap di tulis oleh Eddy Suhendro, hanya saja penyutradaraan beralih dari Arifin C Noer ke Ismail Soebardjo yang juga merevisi dan mengembangkan skenarionya ke shooting script. 

Unsur-unsur karyawan utama masih tetap sama, Kamerawan George Kamarullah, Penata Artistik Satari SK, Penata Suara Suparman Sidik, Editor Karsono Hadi, kecuali Penata Musik yang semula Embie C Noer diganti oleh Idris Sardi. 

Dua pemain utamanya Rano Karno dan Meriam Bellina melanjutkan peran mereka, begitu juga si cilik Melati terus sebagai Ita. Sedangkan tokoh Raymon yang dulu di perankan oleh Tyas Wahono diganti oeh Onky Alexander yang lebih punya nilai komersial. Sebagai pasangan Onky ditampilkan Ayu Azhari yagn memerankan tokoh Mona, wanita Batak berkepribadian agung. Dan sesungguhnya bagian kedua ini rasanya lebih tepat disebut sebagai Episode kisah cinta Raymond - Mona Pasaribu. 

Ini cerita memang lebih menonjolkan pasangan ini daripada Giyon dan Desi. Dan patut dipuji permainan memikat Ayu Azhari yang membuktikan dirinya mampu menyaiki Mer yang telah dua kali menggondol Piala Citra sebagai Aktris Terbaik. Porsi peranan Ayu memang penuh tantangan yang membuka peluang emas bagi kemajuan aktingnya. 

Empat bintang muda ini dibantu aktor kawakan Racmat Hidayt yang memamerkan kualitas aktinya sebagai Opung (kakek) Tondi Pasaribu. 

Didukung pula oleh Mangara Siahaan, Piet Burnama, Ida kusumah, Lina Budiarti serta diramaikan bintang-bintang tamu seperti Sophia Latjuba, Firdha Razak, Tarida Gloria, dan Ananto Widodo, Saksi kehidupan kendati bertitel sarjana Filsafat, Giyon memilih melanjutkan profesinya sebagai sopir taksi, agar bisa menjadi saksi kehidupan. Dan bertemulah ia dengan pria batak tua Ompung Tondi Pasaribu, yang minta diantar ke alamat Desi Desiree. Berdesir perasaan Giyon, teringat pada mantan penyanyi yang telah menghilang itu. 

Ternyata Desi telah kembali kerumah Bibinya di Bandung. Ia pun kembali memakai nama aslinya Titin. Tak disangka datang Mona, usahawati besar dari Jakarta yang menawarinya menjadi moel iklan perusahaannya. Keramahan Mona malah membangkitkan kecurigaan Titin. Apalagi demi melihat Raymond juga daang ke kantor Mona. 

Dilanda kebingungan, mau tak mau Titin mencari Giyon lagi, sebagai tempatnya mengadukan nasib. Giyon malah menganjurkan menerima tawaran Mona. Baru ketahuan kalau Mona adalah isteri Raymond, sedangkan Ompung bukan lain adalah kakek mereka. Kendati Raymond dan Mona merupakan saudara sepupu, seusai adat Marpariban, mereka sudah dijodohkan sejak kecil. Probelmnya Raymond terlanjur mencintai Titin, bahkan sudah mempunyai anak darinya. Maka Raymon berkeras ingin menceraikan Mona agar bisa mengawini Titin. Namun Titin sudah sangat membencinya. 

Mona bukannya cemburu kepada Titin, sebaliknya dengan jiwa besar ingin mempertemukan Raymond dengan kekasihnya itu. Tegasnya pad aTitin, "Aku  tak ingin dia terus-terusan mengejar bayanganmu!,".

Konflik mencapai puncaknya saat Titin dengan penuh kebencian menghunjamkan gunting ke perut Raymond yang terus memburunya. Bagaimanana kelanjutannya? tentu sudah pada nonton ya..

Sunday, February 22, 2026

WANITA HARIMAU,

 


WANITA HARIMAU, Mencari alternatif lain. (Berita lawas). Setelah penarikan dari peredaran 2 judul film produksi PT. Soraya Intercine Films, "Pembalasan Ratu Laut Selatan" dan "Akibat Terlalu Genit" kini perusahaan tersebut memproduksi "Wanita Harimau" yang merupakan seri ke II dari film "Santet" terdahulu yang berjudul Ilmu Pelebur Nyawa. Sutradara Sisworo Gautama Putra kali ini didukung oleh pemain-pemain Suzanna, Rina Hassim, Jeffy Daniel, Doddy sukma, Bokir, Nasir, Rina Ribut Rawit. 

"Dalam film ini saya lebih menonjolkan adegan-adegan trik dan komedi supaya menarik, karena saya dan Ram Soraya produser Soraya Film sepakat menghindari adegan-adegan seks, agar kasus "Pembalasan Ratu Laut Selatan" dan "Akibat Terlalu Genit" tidak terulang lagi, " kata Ssworo ditengah-tengah kesibukan suting film ini. 

Suting film ini di perkirakan selesai dalam waktu 40 hari, dengan mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan, Kebon Binatang Ragunan, Lereng Gunung Kapur desa Kelapa Nunggal Jawa Barat, serta lapangan terbang Pondok Cabe untuk adegan Helikopter. 

Berbagai atraksi trik/effek yang ikut membumbui film ini adalah Suzanna dengan badan Harimau, Rina Hassim tertangan harimau menggoda dan emaksa Suzanna untuk memiliki ilmu siluman "Manusia Harimau" dan badannya menyusup dalam jasad Suzanna yang dilaksanakan dengan ffek glassshot, Harimau tiruan yang bisa menyemburkan bola api dari kedua matanya, dan lain-lain. Disamping suting harimau benera yang cukup sulit pula. Untuk membuat atraksi dengan harimau beneran ini, dibutuhkan pemancing yaitu beberapa ekor ayam, effek fotografi seperti pemakaian star filter, slow dan fast speed, dan lain-lain.

Diantaranya adalah Bokir mimpi jadi Tarzan bercumbu dengan manusia harimau Suzanna, naik gajah, bergelayutan di akar pohon, kemudian naik helikopter, bernyanyi dan menari di sebuah taman dengan iringan musik , berjoget dangdut dengan Rina Ribut Rawit Srimulat ditengah-tengah ratusan massa yang diiringi show musik kasidah Nasida Ria, tiba-tiba istri bokir menyusul hingga terjadi keributan komedi. 

Dalam suatu kesempatan lain, sisworo mengatakan pula, bahwa biaya seluruh pembuatan film ini diperkirakan menghabiskan Rp. 350 juta. Dalam mengerjakan film ini, Sisworo dibantu oleh Naryono Prayitno sebagai penulis skenario dan asisten sutradara, Soebakti penata fotografi, Nahali penata artistik, editor Moeryadi, dan pimpinan produksi H. Soemarsono. 


Friday, February 20, 2026

MAAFKAN DAKU BILA MENCINTAIMU, Asmara Antara Dua Generasi

 


MAAFKAN DAKU BILA MENCINTAIMU, Asmara Antara Dua Generasi. Perilaku manusia dala gnemmhadapi satu kata, Cinta, siapapun orangnya baik tua maupun muda akan sama bingungnya. Perihal itulah yang hendak disampaikan oleh sutradara wanita Debby Sahertian dalam drama seri sepanjang 18 episode ini. 

Debby yang mulainya dikenal sebagai model dan kemudian menjadi komediwati lewat serial Lenong Rumpi, mulai menjajal bakat menyutradarai di beberapa episode Saling Silang dimana ia juga bermain. Menilik bakatnya, produser Raam Punjabi memberi kepercayaan untuk menyutradarai  langsung serial komedinya sendiri , Flamboyan 108. Ternyata kepercayaan yang diberikan tak disia-siakan karena terbukti ada episode serial tersebut yang termasuk kategori serial komedi pilihan dalam Festival Sinetron Indonesia 1996.

Debby di jajal mengarahkan sebuah drama yang diangkat dari karya penulis cerita-skenario baru, Aditya Renjana. Kisah cinta berbelit yang terjadi antara dua generasi dibintangi dari golongan senior oleh pasangan suami istri Pangy Suwito- Yati Octavia, sedang remaja-remaja pendatang yang pegan peran di sinetron ini adalah Sarah Azhari, Pedro Carascalao, dan pasangan antagonis yagn di perani oleh Titi Dwijayati dan Sabar Syarief. Lalu penampilan wajah segar Mercy F. O . Sedangkan Dwi Yan berperan kembar sebagai mendiang ayah WInda dan pamannya yang baru muncul di paruh cerita. 

Cerita berfokus pada ibu dan anak, Santi dan Winda yang menghuni sebuah rumah mewah. Santi telah sepuluh tahun menjanda, sepeninggal suaminya, Rachmat. Winda kini telah lulus sebagai seorang disainer interior. Kebiasaan Winda berlama-lama di depan potret besar ayahnya di loteng, memasang lilin dan seolah berbicara dengan sang ayah. 

Kreasi Winda yang artistik membuat ia diterima bekerja di perusahaan kontraktor besar yang dipimpin oleh Pak Mochtar. Namun demi membaca riwayat hidup Winda, Pak Mochtar mengetahui alamat Santi. Dulu semasa kuliah, mereka pernah berpacaran tapi cinta mereka kandas karena larangan pihak orang tua. Kini Pak Mochtar telah menduda, sedang putranya Anto, tengah merintis karir di bidang musik. 

Pengenalan pada masing-masing karakter utama ini berkembang, karena seperti bisa di duga, Pak Mochtar berusaha menjalin hubungan kasih kembali dengan Santi, justru pada saat yagn sama mulai tumbuh benih-benih asmara dihati Anto dan Winda. 

Adalagi kisah sampingan, pasangan Aldo dengan Sari, sahabat Winda yang di paksa segera menikah oleh orangtua mereka. Lalu sekretaris Pak Mochtar, Vera yagn diam-diam mengkopi karya-karya Winda untuk di perikan pada kekasihnya. Omen yang ingin menyaingi  usaha Pak Mochtar dengan cara tak terpuji. 

Kisah percintaan berbelit dengan intrik antar perusahaan besar, perebutan harta warisan tapi jelas salah satu pasangan harus mengalah demi kebahagiaan pasangan yang lain. 

Produksi : PT. Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi 

Sutradara : Debby Sahertian

Cerita-Skenario : Aditya Renjana

Kamerawan : Samto Adji


Wednesday, February 18, 2026

PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK


 PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK. Euis, gadis remaja yang jadi bunga desa Cileunca, dipaksa ayah tirinya yang bejad untuk mengikuti Mang emon dan Ceu Jujuk. Janji pasangan calo ini hendak mencarikan pekerjaan di kota. Padahal sebenarnya Euis dan kawan-kawannya diselundupkan ke Thailand. Disinilah mereka dipaksa untuk menjadi wanita penghibur. Siapa berani menolak langsung dihajar oleh Adang, tukang pukulnya Mang emon yang kelewat kejam. 

Tak sudi selama hidupnya diperah menjadi penghibur kaum lelaki hidung belang, diam-diam Euis terus menabung untuk bekal kelak melarikan diri. Apalagi setelah ia berkenalan dengan Ario, pemuda asal Jawa yang tengah bekerja di Bangkok. Keduanya menjalin percintaan yang tulus. Malang, semua abungan Euis di curi si bajingan Adang. 

Sepeninggal Mang Emon, Ceu Jujuk berniat menjual bordilnya. Ada dua germo yang berminat, Mama Tuti yang memperhatikan anak buahnya dan Mr. Siem yang kejam. Persaingan antar germo bekembang menjadi bentrokan berdarah. Polisi turun tangan. Ditengah kekacauan ini, Ario membongkar nasib malang wanita-wanita Indonesia perantauan. 

Perjuangan Euis dan kawan-kawannya untuk meraih kebebasan akhirnya berhasil juga. Mereka dipulangkan ke Indonesia. Euis dan Ario bertekad untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha konpeksi. 

Permata biru merupakan film 1984 yang edar ulang tahun 1994 sesuai anjuran untuk mengisi bioskop-bioskop yang kekurangan film Indonesia, maka produser Ferry Angriawan mencetak copy baru dari film-film komersialnya . Sesudah Tujuh Wanita Dalam Tugas Rahasia , kemudian Permata Biru arahan Wim Umboh yang diilhami film Jepang , Sandakan No. 8 (Tentang gadis-gadis kampung dari Jepang yang dipaksa jadi pela cur di Kalimantan Utara). 

Dibintangi oleh Meriam Bellina sebagai Euis, Baron Hermanto anak dari aktor Bambang Hermanto yang merupakan film debutnya. 

Dibantu oleh Abdi Wiyono (Mang Emon), Tuty Romlah (Ceu Jujuk) HIm Damsyik (Mr. Siem), Eddy Bakar Paer (Adang) Menzano (Ayah Tiri) serta Wieke Widowati, Ratna Ardi dan banyak lainya lagi sebagai gadis-gadis yang dipaksa jadi wanita Penghibur.  

Produksi : PT. Virgo Putra film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara - Skenario : Wim Umboh

Kamerawan : Herman Susilo

Penata Musik : Billy J Budiardjo


Monday, February 16, 2026

SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih.


 SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih. Andrean boleh dibilang sebagai laki-laki muda beruntung. Kariernya cukup sukses di perusahaan pembuatan boneka. Istrinya, Sisi, bukan saja cantik dan penuh pengertian tapi juga telah memberinya Nuri, seorang putri yang melengkapi kebahagiaan mereka. Namun gara-gara iseng terjadilah tragedi maut. 

Awalnya saat anak-istrinya berlibur, Andrean bertemu Alexandra, periset boneka tradisionil. Cepat sekali hubungan mereka berkembang intim. Tapi sebaik Sisi dan Nuri pulang, Andrean yang sangat mencintai keluarganya, ingin menyudahi affairsnya. Diluar dugaan, Alex tak mau sudah begitu saja. Wanita kesepian ini bahkan ingin memiliki Andrean seutuhnya. 

Karuan, Andrean kelabakan. Mati-matian berusaha menutupi keserongan dari Sisi. Celakanya, Alex malah mengaku hamil dan tak mau menggugurkan. Tak tahan teror Alex, terpaksa Andrean buka rahasia pada istri. Sesabar-sabar Sisi, istri mana yang bisa menahan diri?.

Rayuan Alex berkembang jadi teror. Ulahnya nyaris mencelakakan Sisi dan Nuri. Andrean tak ingin kehilangan anak istri akibat perbuatan mantan kekasih yang nampaknya sudah sarap ini. Pada klimaksnya terjadilah tragedi berdarah yang menggetarkan. 

Pesan moral yang tersirat jelas untuk kaum suami, jangan coba-coba iseng, akibatnya bisa fatal, kehancuran rumah tangga. Berperan sebagai Alexandra, Ayu Azhari bermain total seksi tapi berubah mengerikan, mengingatkan pada akting memukau Glen Close (Memang sutradara Slamet Riyadi mengaku film ini adaptasi dari film The Fatal Attraction yagn dibintangi Close bareng Michael Douglas dan Anne Archer.)

Sang istri yang mempertahankan suami, diperankan oleh Inneke Koesherawati, sedang putri mereka oleh pemain cilik Niken. Uniknya pemeran sang suami, Ryan Hidayat yang sebelumnya masih menjadi Lupus, siswa SMA dan ini pertama kalinya beranjak ke peran dewasa. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Slamet Riyadi

Skenario : Armantono

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Sudjatmiko. 

Friday, February 13, 2026

ANAKKU TERLAHIR KEMBALI, TAMARA MENTEROR DESY

 


ANAKKU TERLAHIR KEMBALI, TAMARA MENTEROR DESY. Anakku Terlahir Kembali adalah suatu peristiwa yang tak mungkin terjadi, tapi justru karena inilah timbul pertanyaan yang menarik minat orang untuk menontonnya, itu kiat penulis cerita skenario Jujur Prananto yang kondang sebagai pengarang cerpen. 

Drama miniseri sepanjang 10 episode ini merupakan karya ketiga sutradara muda Enison Sinaro setelah dua sebelumnya, Parmin dan Menghitung Hari membuahkan piala Vidya sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Sinetron. 

Sebenarnya pula sinetron ini merupakan debut akting top model Tamara Blezinsky namun yang ditayangkan lebih dulu adalah Shangrilla, karena Tamara menggantikan Venna Melinda yang saat itu sedang hamil tua. Peran Tamara bukan sebagai gadis remaja, melainkan Nyonya Christine yang minimal diceritakan berusia diatas 35 tahun , yang menyimpan dendam pribadi dan bertekad menteror hancur gadis yang dibencinya, Ratna. 

Tokoh Ratna yang tak mendadari dirinya bagai kupu-kupu dalam incaran iguana ini, dimainkan oleh bintang sinetron terkemuka , Desy Ratnasari. 

Adu akting antara Desy dengan Tamara ditengahi bintang pria Jeremy Thomas yang berperan sebagai Jimmy, suami Christine yang begitu patuh pada istrinya, diperintah,  apapun sangat nurut. 

Ikut menunjang sebarisan pemain pembantu mulai dari H. TB Maulana Husni, Nani Somanegara, Dicky Wahyudi, Novie Chandra dan Sahrul Gunawan yang tampil di prolog cerita sebagai remaja frustasi. 

Pada prolog, peristiwa demi peristiwa mengalir bagai kilasan cepat. Remaja Aditya menggandrungi Ratna yang bekerja sebagai pelayan toko. Ratna yang merasa lebih tua dari Aditya berusaha menghindar. Tapi karena Aditya ngotot, Ratna bersiasat, meminta temannya pura-pura menjadi calon suaminya untuk menggertak si remaja. Diluar pengetahuan Ratna, Aditya menjadi putus ada dan bu nuh diri. 

Ratna diterima bekerja di sebuah perusahaan besar. Langsung diangkat jadi sekretaris pribadi direkturnya, Jimmy. Sungguh Ratna yang cuma lulusan SMA merasa bagai mendapat 'durian runtuh'. Bahkan bosnya yang ganteng sendiri yang turun tangan membimbingnya agar menguasai tugas-tugas sekretaris. 

Dengan cepat Ratna mengetahui kalau Jimmy tengah ditinggalkan istrinya, Christine, yang pergi begitu saja keluar negeri. Begitu Christine pulang, langsung bertengkar seru dengan Jimmy, Ratna prihatin melihat jidat bosnya lebam-lebam bekas disambit asbak oleh Christine. 

Tak bisa dihindari, simpati Ratna pada Jimmy berkembang menjadi rasa cinta. Persis seperti yang di duga Christine, "wanita dilahirkan sebagai juru selamat untuk laki-laki yang teraniaya oleh wanita lain". 

Ya semua memang di dalangi Christine yang menyetir Jimmy untuk bersandiwara dalam rangka menjebak dan menghancurkan hidup Ratna yang begitu dibencinya. Apa sebabnya? tentu dari prolog sudah diketahui ya penyebab Christine benci pada Ratna. Sinetron ini tayang id RCTI mulai 3 November 1996 setiap Minggu pukul 19.30 WIB. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Enison Sinaro

Cerita-Skenario : Jujur Prananto

Kamerawan : Rudi Kurwet

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Rizal Basri. 

Thursday, February 12, 2026

FILM YANG TERCINTA, TAMAN TULIP BELANDA

 


FILM YANG TERCINTA, TAMAN TULIP BELANDA. (berita lawas). Marissa Haque melanjutkan kerjasamanya dengan Mila Antonius, usahawati dari surabaya, untuk menggarap film "Yang Tercinta" produksi kedua PT. Rana Artha Mulia Film setelah yang pertama "Satu Pondok Dua Cinta".

Penyutradaraan tetap di percayakan kepada M.T. Risyaf yagn memang telah mengarahkan Icha (nama kecil Marissa) sejak film debutnya. Sedangkan penulisan cerita-skenarionya juga masih tetap oleh Eddy Suhendro yang nampak kian laris sebagai skenariowan. 

Judul semula "Putri Seorang Konglomerat" kemudian diganti dengan "Yang Tercinta", mungkin agar tak menyinggung kalangan konglomerat di samping terdengarnya lebih puitis.

Dikerahkan barisan bintang populer untuk mendukung film ini, mulai dari pasangan abadi Sophan Sophian-Widyawati, sampai Minati Atmanegara dan Dolly Martin. 

Kalau biasanya kita melihat Ryan cuma dalam film-film yang mengangkat namanya sebagai remaja masa kini di film serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh remaja. Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak", ungkap Marissa Haque Sarjana Hukum yang lebih populer sebagai artis ini. 

Ditengah keindahan hamparan bunga tulip itulah, bertemu si putri konglomerat Icha dengan si wartawan urakan (Ikang Fawzi). Adegan selanjutnya diambil di sebua kapal tambang yang mondar mandir diantara kanal kanal. Disini terjadi tampar-tamparan antara Icha dan Ikang, Pasalnya Ikang ingin mencegah Icha berpacaran apalagi sampai menikah dengan Dolly, karuan Icha tersinggung dan menuduh Ikang kelewat mencampuri urusan pribadinya. Padahal perbuatan Ikang demi kebaikan Icha agar tak sampai berlangsung skandal incest (perkawinan sedarah).

"Terus terang film ini memang banyak menonjolkan kemewahan. Habis tokoh-tokohnya memang berasal dari kalangan sangat atas, ada yang punya hotel-hotel berbintang lima, ada yang memiliki super market, serta perusahaan-perusahaan besar lainnya. Jadi untuk mondar mandir keluar negeri sama sekali bukan problema," aku Icha yang di serial 
Dynasti" yang ditayangkan di TVRI kepinginnya sih menggambarkan keglamouran kalangan atas seperti itu. Sebutlah menjual mimpi untuk dinikmati penonton ramai ramai. 

Kendati yakin, Yang tercinta cukup menarik sebagai sebuah film drama tak urung Icha mencemaskan masalah peredarannya kelak. Saya sudah habis-habisan untuk membuat film ini, tapi masih belum tahu-tahu nanti bisa pulang modal atau tidak. 

Biaya pembuatannya melampau angka Rp. 350juta. 


~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

SI KABAYAN & GADIS KOTA

 


SI KABAYAN DAN GADIS KOTA. Film Si Kabayan & Gadis Kota lanjutan dari Si Kabayan Turun Kota ternyata mendapat sambutan luar biasa dari penggemar film nasional. Paling tidak gambaran ini terlihat pada pemutaran di Kodya Bandung, Cirebon, Bogor. 

Di Bandung pada hari pertama di putar di enam gedung, namun karena desakan penonton yang terus mengalir, maka pada hari ke enam menjadi sembilan gedung. Sedangkan di Cirebon tetap bertahan dengan enam gedung. Di Bogor satu gedung di perkirakan bisa bertahan dua minggu. 

Pada hari ke enam  di Bandung saja sudah meraih 30.000 penonton lebih. Dari gambaran ini nampaknya lanjutan Si Kabayan bisa mengimbangi sukses yang pertama. Si kabayan Turun Kota dulu diputar pada hari lebaran sehingga penontonnya langsung membludak. Sementara lanjutan Si Kabayan di putar pada hari biasa penontonnya cenderung meningkat terus. 

"Kami pastikan dari segi kualitas, lanjutan Si Kabayan lebih baik dari yang pertama", kata Chand Parwez Servia, pimpinan Kharisma Jabar Film. Kemudian daya tarik lain dari film ini yaitu munculnya Meriam Bellina sebagai Gadis Kota, yang baru dimunculkan pada serial kedua siKabayan. Nampaknya nama Didi Petet (Si Kabayan) plus Meriam Bellina, Paramita Rusady dan Nurul Arifin turut menjamin mengalirnya arus penonton kepintu bioskop. 

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990

Wednesday, February 11, 2026

GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN


 GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN Di tahun 1995 dari 100 perusahaan film nasional, paling cuma lima perusahaan saja yang terus memproduksi film. Salah satunya adalah PT. Virgo Putra Film. Produksi ke 61 dari Virgo adalah sebuah drama-horor-erotis, GODAAN MEMBARA arahan Dhanny Firdaus HS, menampilkan dua bintang panas Sally marcellina sebagai Amelia dan Malvin Shayna sebagai Rika dengan si macho Sonny Dewantara. 

Di dukung pemain-pemain kawakan seperti Piet Burnama, ayah Sonny, Komalasari - ibu Sonny, Gino Makasutji ayah Rika, pemeran antagonis Adang Mansyur sebagai mbah Dukun, dan Boy Sono sebagai Brian dengan bintang baru Welda Hidayat sebagai Melissa. 

Diceritakan, Amelia menyambut kepulangan kekasihnya, Sonny, setelah liam tahun di Amerika. Namun kegembiraan Amelia bagai terguyur air dingin oleh sikap ibu Sonny yang memandangnya tak sederajat dengan keluarga Joyo. 

Bu Joyo mempertemukan Sonny dengan Rika, putri Pak Alex, rekanan bisnis Pak Joyo. Namun Sonny memilih diam-diam menikahi pilihan hatinya, Amelia. Hal ini membuat Rika merasa sakit hati. Ia terus mengamati kehidupan suami istri muda ini dengan itikad jahat. 

Tiba saatnya Amelia hamil. Tiba-tiba terjadi musibah, mobil meledak, menewaskan Amelia dan bayi dalam kandungannya. Peristiwa tragis ini membuat jiwa Sonny terguncang dan nyaris kehilangan gairah hidup. 

Bu Joyo mendesak Sonny melupakan Amelia yang telah tiada dan memperistri Rika. Sonny pasrah menerima. Inilah peluang bagi Pak Alex untuk mengeruk harta kekayaan Pak Joyo. Siasat liciknya pasti berhasil kalau saja tak terjadi suatu keajaiban. 

Arwah Amelia bangkit dari alam kubur. Arwah perempuan ini prihatin melihat sikap pasrah suaminya yang tak menyadari kepalsuan cinta Rika. Amelia menyusup ke tubuh adik kandungnya, Melisa dalam upaya membongkar kelicikan Rika dan Ayahnya. 

Sonny mulai merasakan ketidak wajaran sikap Rika. Timbul pula kecurigaannya, "jangan-jangan kematian Amelia oleh sesuatu yang sudah dirancang sebelumnya?".

Justru Rika yang makin berkuasa dalam mengatur keluarga, tak segan menghardik ibu mertuanya. barulah Bu Joyo menangis dalam hati, menyesali sikap durhaka menantu pilihannya. nafsu serakah Rika membuat ia bekerjasama dengan pemuda Brian dan mbah dukun berilmu hitam , untuk membinasakan orang-orang yang dianggapnya sebagai penghalang ambisinya. Bahkan pacar gelapnya sendiri, Billy dan Pak Alex yang cuma diakuinya sebagai ayahnya, tak segan dihabisi. 

Arwah Amelia tak rela melihat suaminya hancur. Saat Sonny dalam keadaan kritis, Amelia menampakkan diri. Dengan tenaga gaib supernatural Brian di tumpas. Dukun ilmu hitam turun tangan bentrok dengan arwah istri setia ini. 

Terbongkar kalau dulu Rika yang mengakibatkan kematian Amelia. Kini iapun menerima pembalasan setimpal, mobilnya meledak, arwahnya terbang ke neraka bersama ambisinya. 

Pesan arwah Amelia pada suaminya, "Titip adikku, sayangilah dia karena seluruh kasihku ada dihatinya. Saat Sonny dan melisa bergenggam tangan, perlahan bayangan arwah Amelia raib ke alam gaib. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Dhanny Firdaus

Cerita-Skenario : Armantono

Kamerawan : Sjamsuddin

Pemain : Sally Marcellina, Malvin Shayna, Sonny Dewantara, Piet Burnama, Gino Makasutji, Adang Mansyur, Komala Sari

Tuesday, February 10, 2026

PADAMU AKU BERSIMPUH, SINETRON RELIGIUS PENGHANTAR BUKA PUASA

 


PADAMU AKU BERSIMPUH, SINETRON RELIGIUS PENGHANTAR BUKA PUASA, (Kisah lawas) Semakin seru saja perkembangan cerita sinetron Padamu Aku Bersimpuh (PMAB) yang ditayangkan RCTI setiap hari menjelang buka puasa edisi Desember 2001 - Januari 2002. Konflik dan intrik terbangun seperti kerucut. Tiga sutradara menggarap secara bergantian, Anto Erlangga, Effizen dan Bambang BS. Sebanyak 52 episode penuh nuansa religius yang menampilkan tema klasik, cinta. Kameramennya pun bergantian, Bambang Supriyadi, Gatot yaya, Munjamil dan Budi. Sinetron produksi Indika Entertainmen memang memerulukan tenaga sutradara dan kameramen lebih dari 2 orang untuk menjaga tidak monotonnya gaya penggarapan, disamping untuk menjamin intensitas produksinya, menigngat jumlah episode Padamu Aku Bersimpun tergolong banyak, yaitu 52 episode yang ditayangkan setiap hari. Artinya, tim poruduksi bekerja dalam suasana kejar tayang. 

Kata Anto Erlangga, sutradara PMAB, cerita yang diangkat dari tulisan Gola Gong yang kemudian diolah oleh Rick ST, Mulyono bersama sang istri, Nuke menjadi skenario, cukup melelahkan juga.  Sebab PMAB bukan hanya sebagai tontonan yang biasanya menghibur, tapi juga merangkap sebagai tontonan dakwah dan moral. 

RCTI cukup bangga menayangkan sinetron yang dibintangi penembang dangdut Iis Dahlia dan Gunawan ini. "Kita memang selalu mempersiapkan tayangan yang pas buat pemirsa. Apalagi mengenai PMAB ini, memang pas dan spesial Ramadhan menjelang buka puasa. Muatan religius sengaja kita minta agar dikentalkan, disamping ada tokoh-tokoh antagonis untuk gregetnya," kata Teguh Julianto manager humas RCTI. 

Iis Dahlia sejak awal mengaku sudah tertarik dengan cerita yagn diberikan padanya. "Saya lihat, ceritanya begitu mateng dan bagus, sehingga yang tergambar awalnya dalam benak saya adalah penulisnya sudah tua. Tapi begitu melihat mas Gola Gong, nggak seperti yang saya bayangkan. Masih muda tapi tulisannya cukup 'mateng' dan menyentuh. Karakter Siti Nurhasanah dalam PMAB itu sangat menantang dan menguji kemampuan saya, " tutur Iis. Dan selama memerankan tokoh itu, Iis mengaku sangat 'khusuk' sehingga dia rela sedikit 'mengorbankan' kegiatan nyanyinya. 

Adu akting antara Iis dengan Gunawan, memang terlihat sangat klop. Walau berjalan dengan perannya masing-masing, tapi 'perseteruan' mereka merupakan adegan utama yang sangat dinanti-nantikan pemirsa. Kehadiran Rendy Bragi sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka, menambah cerita ini kian menarik. Plus keberadaan Torro Margens sebagai pelaku antagonis yang khas dengan gaya dan suaranya. 

Siti Nurhasanah (Iis Dahlia) adalah seorang anak yang lahir dari perselingkuhan seorang pengusaha sukses dengan model blasteran Belanda. Beranjak dewasa Siti tumbuh jadi gadis cantik yang dijadikan anak angkat oleh seorang Kyai. 

Bashir (Gunawan) berwatak terbuka dan agak emosional yang bekerja sebagai wartawan. Hakim (Rendy Bragi)  kakak Bashir, berwatak agak tertutup dan penurut, termasuk menuruti perintah ayahnya untuk menikahi Siti, padahal secara diam-diam dia sudah punya istri di Mesir. 

Hari Natadiningrat (Cok Simbara) adalah seorang laki-laki pengusaha sukses yang berselingkuh dengan seorang model yang kemudian menjadi insyaf dan membangun pesantren bersama Haji Budiman. 

Natalia (Inneke Koesherawati) seorang model yang berhubungan gelap dengan Hari. Haji Budiman (Gito Rollies) seorang Haji yang jujur, pengusaha sukses yagn sangat di hormati di daerahnya. Dia mempunyai dua anak, Bashir dan Hakim serta mengangkat Siti sebagai anak sejak bayi. 

Marabunta (Torro Margens) seorang pengusaha sukses bidang pariwisata yang mempunyai sifat jahat dan licik. Dicky (Adipura) anak Marabunta yang mewarisi sifat-sifat ayahnya. 

Selain itu pemain yang tampil dalam PMAB juga didukung oleh Reny Jayusman sebagai bi Atik, Nurhuda sebagai Pak Hidayat, Henidar Amroe sebagai Miranti, Nena Rosier isteri pak Hidayat, Mang Diman sebagai Pak Bulloh, Basuki sebagai Soleh, Liza Natalia sebagai Diana, David Priyangga sebagai dokter dan lain-lain.