Sunday, February 8, 2026

LEMBARAN BIRU, KARMA BAGI GIGOLO

 


LEMBARAN BIRU, KARMA BAGI GIGOLO!. Gigolo berasal dari bahasa Italia yang artinya sama dengan pria penjaja cinta, lelaki berwajah tampan yang bisa di bayar untuk memuaskan nafsu birahi tante-tante kesepian. 

Tema tentang gigolo sudah sering kita saksikan lewat film barat mulai dari The American Gigolo (1980), The American Playboy dibintangi Richard Gere sampai Three of the Hearts (1993) dengan William Baldwin.  Juga film Hongkong yang hampir semuanya dibintangi Simon Yam mulai dari Hong Kong's Blueboy sampai The Gigolo and The Murderer. 

Tapi tema serupa harus diakui jarang di garap sineas Indonesia. Bukan berarti tidak ada. Sebenarnya pernah dibuat Antara Sorga dan Neraka (1976) dimana tampil tiga gigolo diperankan oleh Ratno Timoer, Hendra Cipta dan Torro Margens. 

Dan kini beredar Lembaran Biru berdasar cerita-skenario rekaan novelis Zarra Zettira Zr. Disutradarai oleh Lukmantoro Ds yang karya sebelumnya antara lain Remang-remang Jakarta, Mendung Tak Selamanya Kelabu, Harta Karun dan Anak-anak Terminal. 

Tokoh utama dari film Lembaran Biru adalah Ronny yang berwajah tampan dan berpenampilan necis, berprofesi sebagai Gigolo. Kantornya cukup dirumah sendiri. Dibantu sekretaris cantik, Frieda yang mencatat order lewat telepon dari nyonya-nyonya yang butuh hiburan s e k s . 

Begitulah, Ronny berpindah-pindah dari satu wanita ke wanita lain. Dengan rayuan dan layanannya, ia memang berlimpah uang. Namun batinnya tak bahagia. ia selalu terkenang masa remaja, saat berpacaran dengan Irna. Sayang, kemesraan mereka dihancurkan ayah Irna. Bahkan kemudian Irna dibawa ayahnya ke luar negeri. 

Sampai bertemulah Ronny dengan Clara, remaja yang baru datang dari Kanada. Sejak pertemuan pertama, ia sudah sangat tertarik pada gadis ini. Namun, Clara mengidap kelainan s e k s . Birahinya baru terlampiaskan bila telah meng aniaya lawan jenisnya. 

Frieda di kontrak Pierre, usahawan muda kaya raya. Sebenarnya Pierre ingin menceraikan isterinya. Maka diatur siasat agar Ronny menggauli isterinya, hingga sang istri bisa dituduh selingkuh. 

Betapa terkejutnya Ronny demi mengenali Ny. Pierre bukan lain daripada Irna, ia langsung mengembalikan cek bernilai besar yang diterimanya dari Pierre. Penolakan ini membuat Piere gusar. Ia menugasi anak buahnya untuk menyelidiki Ronny. 

Kejutan berikut bagi Ronny, terungkap kalau Clara ternyata adalah putri Irna, ini berarti darah dagingnya sendiri. Inilah karma dahsyat yang harus di tanggung sang gigolo!. 

Pierre bertekad menghancurkan kehidupan Ronny habis-habisan.  Frieda diperalat untuk menguras tabungan Ronny di bank, hingga pembelian villa idaman Ronny dibatalkan. Irna dan Clara menghadapi kekejaman Piere. 

Lembaran Biru merupakan simbol lembaran kehidupan yang erotis. Dibintang utamai oleh Dicky Wahyudi dan dua bintang cantik Ayu Azhari sebagai Irna dan Inneke Koesherawati sebagai Clara. 

Dibantu oleh Bagus Z Galistan sebagai Pierre dan Fransisca (Frieda) serta penampilan Piet pagau sebagai ayah Irna yang galak. 


Wednesday, February 4, 2026

BOLEH BOLEH AJA, SIH

 


Pada awal tahun 1990, Rapi Film memasuki usia yang ke 18 tahun, dan produksi yang ke 65 adalah film "Boleh Boleh Aja , Sih" Sebuah film bertema drama komedi remaja yang ringa-ringan ajalah, " ujar produser pelaksana Subagio Samtono dengan nada ringa, sementar aitu adiknya , produser Gope Samtani, sedang berada di Hongkong untuk proses akhir film "Makelar Kodok".

Film remaja ini di sutradarai oleh Hadi Purnomo. Bermula sebagai pemain teater, anggota "Teater Kecil-nya Arifin C Noer, Hadi memulai debutnya sebagai sutradara lewat "Perisai Kasih Yang Terkoyak" (Dibintangi Nena Rosier dan Dwi Yan). Film keduanya "Akibat Terlalu Genit" sampai lama tertahan di BSF. Malah film ketiganya lebih dulu beredar, "Godain Kita Dong" dengan Warkop Dono Kasino Indro. 

Lalu siapa saja pendukung film "Boleh Boleh Aja, Sih?". Filmnya dibintangi oleh bintang-bintang remaja yang paling menonjol adalah Sally Marcellina dan Paramitha Rusady, lalu Tio Pakusadewo dan Ade Giuliano, didukung pula oleh Ida Kusumah, Gugun Benget, dan James Sahertian. Kamera ditangai oleh Asmawi. 

Film ini dirancang oleh Deddy Armand yang memang tersohor sebagai penulis skenario paling produkfit. Bisa di bayangkan pasti tentang dunia remaja yang ceria, seperti produksi Rapi sebelumnya "Lebih Asyik Sama Kamu" yang juga di bintangi Paramitha dan Sally , plus Ryan Hidayat. 

"lokasi sutingnya juga tidak jauh-jauh, paling di Jakarta dan sekitarnya saja, tambah Hadi yang belum ingin bercerita banyak tentang film keempatnya ini. 

Samtono malah mempromosikan film-film Rapi yang akan datang. Ada film bertema thriller "Guntur Tengah malam" ada film silat "Pedang Naga Pasa". Tak ketinggalan dipersiapkan juga komedi "Makelar Kodok mencari Rejeki" (Makelar kodok untung besar )

"Seperti supermarket, Rapi ingin menyediakan bermacam-macam tema film secara  komplit. Apa aja ada!.

Sunday, February 1, 2026

SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI"

 



SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI" , Nasri Cheppy yang selalu akrab dengan permasalahan anak muda, kembali bicara tentang anak muda dalam film yang disutradarainya "Bercinta Dalam Mimpi karya cerita dan skenario Putu Wijaya, Produksi PT. Bola Dunia Film dengan bintang pendukung antara lain Meriam Bellina, Onky Alexander, Didi Petet dan Pendatang baru Marintan Panjaitan dan lain-lain. 

Suting dimulai akhir 1989 dan selesai sekitar 30 hari suting. Dalam mengerjakan film ini Cheppy dibantu oleh Harry Soesanto sebagai penata fotografi/juru kamera, penyunting gambar SK Syamsuri, Ilustrasi Musik oleh Indra Lesmana, dan Penata Artistik oleh Bakti Saleh. Suting seluruhnya dilaksanakan di Jakarta. 

"Film ini menggambarkan kenyataan indah dari mimpi. Biasanya mimpi lebih indah dari kenyataan kan?" kata Cheppy. Setelah film ini, Cheppy ditunggu untuk memproduksi "Catatan Si Boy IV". 

"Pernah saya disodori untuk menggarap film horor, namun saya tolak. Serahkan saja pada yang ahli mengenai bidang itu. Karena saya kan punya spesialisasi sendiri, " ungkap Cheppy dalam kesempatan lain. 

Salah satu scene film ini menceritakan Didi Petet sedang mimpi. Dalam mimpinya itu terlihat Meriam Bellina diserang oleh sekawanan perampok. Kemudian Didi membantu meriam untuk melawan peram pok tersebut. Belum sempat Didi mengalahkan para peram pok, ia sudah keburu terbangun. Lalu ia memakai baju Batman dan tidur lagi. Mimpinya nyambung. 

Didi Petet sebagai Batman berke lahi dengan para peram pok, hingga kawanan peram pok tersebut dibikin "keok". Setelah bangun Didi Petet langsung berkirim surat pada Meriam Bellina dan  langsung disambut baik oleh Mer yang bersimpati pada dirinya. 

Pada kesempatan berikutnya dilaksanakanlah suting antara Didi Petet dengan Marintan Panjaitan di sebuah taman di jalan Pattimura, Jakarta dan malam harinya adegan Onky Alexander dan Meriam Bellina di Cinere Jakarta Selatan. (cat. Cinere itu masuk depok kan ya?..

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990



Thursday, January 29, 2026

C.H.I.P.S (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)

 


C.H.I.P.S (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)/Crash Auxiliary Program for Handling Social Programs. 

Tema/Theme : KOmedy/Comedy

PRoduksi/Production Company : PT. Nugraha Mas Film

Produser/Producer : Haryadi Susanto

Sutradara/Director : Iksan Lahardi

Cerita/Story : Warkop Prambors

Skenario/Scenario Writer : Deddy Armand

Sinefotografi/Photography : Irwan Tahyar

Suntingan/Editor  : Muryadi

Artistik/Art Director : Andi Ahmad

Pemain/Starring : Indro, Dono, Kasino, dll


Dono, Indro dan Kasino keluar dari Kantor Chips seperti biasa Patroli ke Jalan Raya Ibukota. Keadaan yang menjadi persoalan adalah bertugas untuk mengatasi masalah yang rumit dalam kenegatifan sosial. Itulah yang sering terjadi di tengah gejolak kehidupan masyarakan kota besar. Dono, Indro dan Kasino yang berpakaian Dinas Chips itu bersama rekan-rekannya yang lain disponsori oleh seorang Boss yang bernama Oom Juned. 

Oom Juned telah banyak memberikan fasilitas utama dalam segala keperluan yang dibutuhkan organisasi pengaman sosial ini, namun rupanya memang sudah kebiasaan ketiga tokoh tersebut, nasib sial selalu saja menimpa kejadian sehari-hari dalam tugas. Sepeda motor yang dipakai selalu saja berantakan menabrak comberan, tiang, pantat truk tanky dan lain-lain. 

Terkadang sepeda motor itu sendiri yang menabrak mereka hingga babak belur bila motor itu terkadang jalan sendiri. Masalah lain pun merupakan pemikiran juga diantara Dono, Indro dan Kasino. 

Akhirnya mereka memasukkan rekannya wanita cantik Lita dan Wadan Deece, untuk menjadi anggota Chips. Tugas pun dimulai seperti sedia kala. Terjadi saling rebutan terhadap Lita , Decee hanya mengejek dengan sinis, baginya kehidupan wadamlah yang lebih mengasyikan. Karena asyiknya kesemua Chips itu, ponakan Tante, si Tommy yang nakal tak mampu diamankan, gadis yagn kehilangan kucing tak kuasa diselesaikan, akhirnya terpergok dengan Boss mereka oom Joned lagi main pacaran dengan seorang cewek di kebun binatang. Kasino melihat kejadian itu semua tapi dirahasiakan terhadap Indro dan Dono.

Hingga Indro dan Dono jadi heran bila tiap hari Kasiono selalu mendapat uang dari Oom Joned untuk menutup rahasia pribadinya. kata Jangkrik Boss menjadi  "Kunci".

Suatu hari Kasino dengan Decee lagi tugas di jalan Raya, di kibulin Indro dan Dono memberitahukan pada Boss agar Kasino diperintahkan mengatasi orang yang mau melahirkan. Kasino salah berhenti di rambu jalan raya yang terlarang, ia di kejar polisi, di ejek oleh Indro dan Dono, tapi Indro dan Dono menabrak tiang lampu jalan hingga motor berantakan. 

Polisi datang, mereka semua akhirnya lari menaiki truk mini yang sedang dari belakang. Dono, Indro dan kasino rupanya tiada sadar. Truk mini membawa mereka akhirnya ke kantor polisi. 

Organisasi Chips pun dibubarkan Oom Juned. Karena Bubar, Dono, Indro dan Kasino iseng-iseng kerumah Lita yang ulang tahun. Disana Lita bukan berulangtahun, tapi sedang mengadakan pesta perkawinan dengan Oom Juned. Jadilah Dono, Indro dan Kasino jadi bengong tak karuan. Ketiganya nampak stop motion dalam gambar film. ~ sumber buku FFI 83


LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT TERORIS TURUN GUNUNG


 LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT, TERORIS TURUN GUNUNG (Berita Lawas). Sudah populer sebagai bintang sejak masa kanak-kanaknya, Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak" dan kemudian diangkat nama sebagai remaja masa kini dalam serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh teroris yang fanatik pada Fretilin dari Timor Timur. 

Kalau biasanya melihat Ryan cuma dalam film-film bertema remaja yang sebangun dengan Lupus seperti "Si Roy", "Nakalnya Anak Anak", "Anak Anak Gass", dan sejenisnya, kini ia tak lagi tampil klimis melainkan berkumis brewok kasar mirip koboi spagethi. Peranan yang lain dari biasanya ini dipercayakan pada Ryan Hidayat oleh sutradara Dimas Haring yang menggarap film kerjasama antara PT Bola Dunia Film dengan Pemda Tingkat I Timor Timur. 

Lawan mainnya bukan lagi Paramitha Rusady atau Nike Ardilla, melainkan Sonia Dora Carascalao yang puteri Gubernur Propinsi Timor Timur. Pemain-pemain lainnya juga diseleksi diantaranya pemuda Timor Timur seperti Marie Carmo Guintao, dan Domingos Policardo. 

Ryan dinilai cukup berhasil menghidupkan perwatakan remaja Manuel yang larut dalam aksi Fretilin. Ketika pasukan pembebasan tiba di Timor , Manuel mengikuti gerombolannya bersembunyi ke hutan. Mereka melanjutkan menteror rakyat dengan Gerakan Pengacau Keamanan. 

Sebaliknya kekasihnya, Ana Maifira Alfredo, setelah lulus SPG, menjadi guru di Kabupaten Aileu. Lambat Laun upaya pembinaan kesadaran yang di terapkan oleh ABRI membuahkan hasil juga. Diantara ribuan anggota GPK yang turun gunung terselip pula Manuel. 

Kemantapan akting Ryan Hidayat mendapatkan pujian dari kalangan kritisi dan pengamat film. Bahkan banyak yang meramaikan namanya bisa masuk dalam daftar unggulan Terbaik FFI 1991. Nampaknya anak muda berbakat ini semakin matang dan sudah bisa dipercaya untuk bermain dalam perwatakan lebis serius. Masalahnya langka sekali dibuat film dengan tema seunik "Langit Kembal Biru".



Wednesday, January 28, 2026

PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit

 


PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit. PINTAR PINTAR B O D O H , judul yang sama pernah di produksi Parkit Film dengan sutradara Arizal di film Warkop DKI bersma bintang Eva Arnaz, Dana Christina dan Debby Cynthia Dewi. Hasilnya meldak luar biasa di Jakarta meraup 474.918 penonton. Alhasil dianugerai piala Antemas sebagai film Terlaris 1981-1982 dalam FFI 1982. 

Multivision Plus yang merupakan anak perusahaan dari Parkit menggunakan judul tersebut untuk serial komedi setengah jam. Sutradaranya Cuk F Kristianto. Sebelumnya di nilai produser Raam Punjabi cukup berhasil mengarahkan Kadir Doyok dalam serial Kanan Kiri Oke. 

Serial Komedi yang memadukan situasi kocak dengan slapstick ini menampilkan empat pemain utama , Jeremy Thomas yang juga bintang tetap Multivision setelah Hati Seluas Samudera, Bella Vista, Rosanna dan Anakku Terlahir Kembali. Komedian Izur Muchtar dari grup Project P, Diana Pungky dan pelawak Polo Srimulat. Pada setiap episode dihadirkan pula bintang-bintang tamu yang mengajukan persoalan untuk dipecahkan. 

Ceritanya Diana yang kaya mendirikan Biro Jasa PT. Tulalit singkatan dari Tugas Lancar Tanpa Berbelit Belit. Dua sahabatnya Robby dan Bobby diangkat jadi direktur. Satu-satunya anak buah mereka yang menjadi seksi repot adalah Satpam Polo. 

Biro jasa Tulalit menerima order apa saja, maunya sih kepingin jadi kantor detektif swasta ala Amerika. Maka berdatangan klien dengan order yang aneh-aneh. Ada seorang istri yang minta bantuan agar suaminya bun uh diri saja, ada seorang ayah yang kehilangan putrinya, ada lagi seorang gadis yang  minta diambilkan dompetnya di kantor polisi. 

Robby dan Bobby dibantu Polo bersemangat mengerjakan semua tugas. Tapi dasar watak mereka pin-pin-bo, bukannya beruntung malah lebih sering nasib buntung yang menimpa mereka. Contohnya dompet yang diambil Bobby dengan mengaku sang klien sebagai pacarnya, ternyata berisi puluhan butir ekstasi, karuan polisi mencurigainya. 

Berbagai peristiwa kocak menwarnai adegan demi adegan dari serial yang pernah tayang di Indosiar pada setiap Jumat pukul 20.30 pada akhir 1996 dan seterusnya. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Cuk FK

Pemain : Jeremy Thomas, Diana Pungky , Izur Muchtar, Polo

Sunday, January 25, 2026

JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN


JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN

 Setelah memproduksi Namaku Joe yang diangkat dari skenarionya Marwan Alkatiri, film arahan Nasri Cheppy itu dibintangi oleh Didi Petet, Meriam Bellina, Onky Alexander, Paramitha Rusady dan itang Yunasz. Ceritanya Mahasiswa Zoelkifli yang kepingin keren mengganti namanya jadi Joe. Kawan-kawannya memang anak-anak gedongan seperti si Boy, Ketika jatuh cinta pada Pingky (Mer), ia sampai melupakan pacar lamanya yang setia (Mitha), kemudian PT Virgo Putra Film kembali memproduksi dengan judul "Joe Turun Ke Desa" dan hanya dua bintang yang kembali bermain yaitu Didi Petet dan Meriam Bellina. Onky, Mitha dan Itang, ditinggalkan di kota karena memang ceritanya berkisar tentang rombongan mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Skenarionya di tulis oleh dramawan Putu Wijaya serta penanganan Chaerul Umam, embuat karakter baru bagi Joe dan Pingky. Joe bukan lagi mahasiswa yang cuma tahu berfoya foya, melainkan jadi mahasiswa yang sok pintar kendati sering kejeblos sendiri. Begitu pula halnya dengan Pingky, tak lagi cuma tahu ngebut dengan mobil mentereng dan berpacaran melulu. 

Film diawali dengan nongolnya tiga wajah berandalan desa yang dandanannya serba ngepunk, lengkap dengan jaket kulit hitam dan rambut dikanji kaku. Bertiga semotor mereka menyaksikan kedatangan rombongan mahasiswa KKN. 

Joe yang memimpin regunya menyebarkan kawan-kawannya mewawancarai penduduk. Sikap sok pintar mereka sering menjerumuskan, karena sesungguhnya penduduk desa tidaklah sebodoh perkiraan mereka. Bisa diuga juga kalau ada mahasiswa yang berebut menarik perhatian bunga desa, Neneng. Joe menjadi penasihat cinta Budi yang pemalu sedangkan saingannya, Iman di dukung oleh Pingky. Gara-gara diboncengkan sepeda oleh hansip, Pingky nyaris menggegerkan kampung itu. Isteri Hansip mengamuk-ngamuk menyatroinya. Terpaksa Pingky mengaku sudah bertunangan malah akan segera menikah dengan Joe. 

Tiga berandalan yang terus mengacau, nyaris memperkosa Pingky, kalau saja tak muncul Ujang, petani muda yang simpatik. Pada buntut film ketahuan kalau Ujang sebenarnya adalah Sarjana pertanian yang membaktikan dirinya di desa ini. Pingky semakin tertarik kepada pemuda penolongnya itu. Sedangkan persaingan antara Budi dengan iman, berakhir karena diumumkannya pertunangan Neneng dengan Pak Kades. Bagaimanapun juga KKN ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa mahasiswi ibukota ini. 

Film diakhiri dengan tiga berandalan yang sudah insyaf. Mereka menanggalkan segala atribut punk-rock, malih rupa jadi pemuda-pemuda petani. 

"Joe Turun Ke Desa" memang sebuah film komedi. Jelas bukan jenis banyolan slapstick yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Nampaknya bagi Umam, sudah cukup kalau orang tersenyum senyum kecil saja. Pesan-pesan yang tersirat rasanya terlalu gamblang untuk di terka oleh penonton anak-anak sekalipun. Demikian pula dengan permasalahan serta situasi yang mengarah pada hal-hal lucu belum menyodorkan hal yang baru atau diluar dugaan. 

~


Friday, January 23, 2026

SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?


SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?

PT. Rapi Films kini merambah ke tema horor. Agaknya PT Soraya Intercine Films sebagai special horor telah bergeser,  setelah era duet Sisworo Gautama Putra dan Suzanna telah berlalu. Rapi Film memasang gacoan baru, Ayu Yohana sebagai Nyi Roro Kidul. Dapatkah Ayu menggeser kedudukan Suzanna? "Saya mampu" ujar Ayu Yohana. "Karena saya sudah pamitan kepada penguasa Pantai Laut Selatan, " katanya. 

Sakral dan magis selalu saja tema film jenis ini. Bagi masyarakat Jawa , Nyi Roro Kidul merupakan mitos "Dan bila legenda nini dilayar lebarkan kembali, pastilah dapat menyedot penonton", kata co-sutradara Prawoto SR di lokasi suting di Yogyakarta. 

Oran gfilm harus pandai bersiasat, bila filmnya ingin dilirik penonton. Siasat itu, sensual, trick dan moment. Sekarang film tanpa bumbu sex, ibarat makan tanpa garam. Pun dalam film produksi PT. Rapi Films yang ke 78 ini. Sensual tetap menu yang cukup dominan, Karenanya sepanjang suting materi cerita acap berganti ganti. 

Tatkala suting perdana, semua kru 'empot empotan" ada rasa angker. Ayu Yohana nyaris tak bersedia membintangi Nyi Roro Kidul. Sepanjang suting beberapa keanehan muncul. "Kalau saja tidak "permisi" dengan penguasa Pantai Laut Selatan, mendingan saya balik ke Jakarta," katanya. Konon tak sembarang waktu bisa menggarap Nyi Roro Kidul. Sampai soal warnapun harus minta "restu".

Bagi Rapi Films, Film Susuk Nyi Roro Kidul yang ditulis oleh Darsono DA ini merupakan yang ketiga kalinya memproduksi di kota Yogyakarta.  "Ada lokasi tertentu yang tidak dimiliki daerah lain yang dapat memperkaya set film ini," kata sutradara. Separuh dari lokasi suting mengambil set sisa reruntuhan keraton Yogyakarta. Seperti Sumurgemuling, Pulau Cemeti dan bekas keputren serta beberapa tempat lainnya. 

Susuk Nyi Roro Kidul apa pernah ada? Film ini jelas fiktif. Terbilang sosok wanita tua Ni Surti ingin menjadi wanita tercantik dalam abad modern ini. Lalu, melakukan perjanjian dengan Nyi Roro Kidul. Dari sini materi cerita diangkat. 

Dengan darah setiap korban yang di persembahkan kepadanya membikin kesaktian Ni Surti semakin tinggi. Rupanya Ni Srti ingin menjajal kesaktian Nyi . Roro Kidul. Ia telah sesumbar akan menaklukkan  Nyi Roro Kidul. Padahal Ni Surti dapat ilmu dari Nyi Roro Kidul. 

Amarah Nyi Roro Kidul tak bisa dibendung lagi melihat kesombongan Ni Surti. Maka terjadilah perang diantara keduanya. 

Para pendukung film ini diantaranya : Sally Marcellina, Ayu Yohana, Azwar AN, Windy Chindyana, Christine, Rendy Ricky, Johny Anwar, EX Bambang, Esri Komara, Anissa, Andy Jufri, dan Sonny Dewantara serta artis Yogya lainnya. 

Kru diantaranya adalah Azwar AN (Sutradara), Prawoto SR - Co Sutradara, Irawan Subang - Skrip, H. Adi Mukti - Kamerawan, Khasmir Lubis - Ass Kamerawan, Yanis Badar - Editor,Marlan Jass - Penata Artistik, dan Nazwar Nawawi - Manager Produksi. 


~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Monday, January 19, 2026

FILM "PELURU DAN WANITA"

 


FILM "PELURU DAN WANITA" sungguh memiliki konotasi pada film perjuangan atau melesetnya film action. Yang ke dua rasanya lebih pas. Sebab sejak awal hingga akhir "Peluru dan Wanita" menyuguhkan aksi itu. 

Ada mobil di hancurkan, pasar di porakporandakan dengan mobil yang mirip babi buta atau meloncat dari gedung ke gedung lalu jatuh ke sungai dan kejar-kejaran tak kenal lelah. Termasuk tentu saja action di ranjang indah di gubug reyot ditengah sawah. Untuk lebih mensyahkan film action, produser Parkit Film lalu menghembuskan irama promosi dahsyat bahwa film menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah.

 Dan film ini memang dibuat dengan semangat meriah itu. Cerita menjadi nomor sekian. Pemeran bisa di bolak balik. Judul bisa di reka reka. Apa "Peluru dan Wanita" atau "Agen CIA" atau "Ngamuknya Bule Amerika" sebab jika di ulur-ulur logika maka tak akan ketemu apa hubungannya peluru dan wanita dalam film ini. Lebih nggirisi kalau kemudian peredaran di luar neger film ini dengan judul "JAKARTA". 

Sebab Jakarta yang dijual adalah Jakarta yang kacau, kampungan, lethek (lusuh), semrawut, juga masih banyak gerilya-gerilya macam orang vietnam yang melakukan jual beli narkotika di tengah pasar kumuh. 

Film ini mengisahkan tentang Falco, bujangan Amerika mantan agen rahasia CIA yang pernah dan ditugaskan ke Indonesia untuk menyeret penjahat penjual candu asal Amerika yang ngacir ke Indonesia. 

Untuk mengerti cerita film ini sendiri, selain sabar meretrospeksi bisa juga dengan lapang dada mencoba mengerti apa maunya sang sutradara asal Amerika Charles Kauffman dan Eddy Bakker asal Indonesia. 

Dalam adegan pertama di buka dengan tokoh Falco berlari-lari setengah teler di jalaan ramai di New York. Tiba-tiba mata Falco yang di perankan cukup lumayan oleh Christopher North yang mirip aktor Mickey Rourke ini, menangkap wanita berbaju merah yang ia kira adalah Esha, gadis Indonesia kepada siapa Falco pernah jatuh cinta. Tapi Falco kecele karena bukan Esha. Justru ia disangka maling dan dikejar-kejar oleh polisi. Saat berantem inilah tiba-tiba Falco berada di Indonesia. 

Yang menarik adalah perpindahan setting cerita dari Falco yang berada di Amerika dan Falco yang terbaring di Indonesia. Sebuah bayangan wayang kulit berujud gunungan di mimbar putih dengan indah sekali menunjukkan peralihan adegan dan setting cerita ini. 

Tapi selebihnya tanpa rencana kelanjutan tiba-tiba dilayar terpampang telop Tiga tahun lalu. Dan kisah pun di mulai ketika Falco mengejar-ngejar seorang wanita berbaju merah yang disangka Esha, wanita yang dijadikan saksi tentang penjahat bernama Dolf. Saat Falco akan ketemu Esha tiba-tiba muncul lagi telop Tiga Tahun sebelumnya. 

Sistim pengkilasbalikan pada "Peluru dan Wanita" setidaknya telah membuyarkan konsentrasi penonton. Persoalannya sederhana, Ketika kembali pada masa silam, sutradara tidak menunjukkan kelanjutan runtutan adegan yang sebelumnya di tanam dan dibiarkan berlanjut. Yang barangkali bisa menjadi perhatian dalam "Peluru dan Wanita" adalah juru kamera dan Frans Tumbuan. Denga kelebihan mengambil sudut-sudut pengambilan yang tepat  dan berani membuat film berkadar action ini meyakinkan sebagai sebuah action. Termasuk suting di gang-gang sempit yang bolehlah di beri perhatian. 

Kalaupun toh ada perhatian lain yaitu tentang penggunaan wayang kuit sebagai wakil emosi para tokoh-tokohnya serta upaya menyuguhkan sebuah tontonan tanpa peluru . Selebihnya nilai Rp. 2,5 milyar tak menujukkan greget film ini belum termasuk peran Zoraya Perucha sekedar tempelan yang bisa dimainkan siapa saja.~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989


Sunday, January 18, 2026

AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

 


AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

Marlene di usir dari rumah oleh ayahnya yang murka. Pasalnya gadis ini hamil sebelum kawin, bahkan menolak menyebut siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh tahun kemudian, Marlene telah menjadi prostitusi profesional. Tarifnya bisa di bayar kalangan elit (5000 US Dollar sekali kencan). Tak heran ia bisa punya rumah bagus dan mobil mewah. Sedang putri tunggalnya, Monalisa sudah kuliah di Perguruan Tinggi. 

Marlene mendidik Mona dengan keras disiplin. Termasuk melarang berpacaran dengan Royke. Bahkan tak segan mengaku sebagai kakak Mona untuk merayu Royke. Tepat saat Marlene bercumbu dengan Royke di sofa mereka di pergoki Mona. Karuan gadis ini shock berat. 

Mona Minggat bergabung dengan kawannya, Lenti yang baru pisah dengan suami dan si les bian Okky. Dikecewakan suami yang pemabuk dan jadi piaraan tante girang membuat Lenti dan Okky pacaran. Tapi Okky juga mengincar Mona. Ialah yang mengajak Mona memergoki Marlene saat melayani seorang bos. Karuan Mona kian membenci ibunya. Kendati begitu ia tak sudi di jamah Okky. Saat okky memaksa, Mona dan Lenti meukulnya sampai pingsan dan kabur . 

Mona melamar kerja jadi penyanyi klab malam. Diam-diam Marlene merayu cukong Ah Liong agar menerima Mona bekerja. Saat menyanyi, Mona menarik perhatian sutradara Antonius. Diajak main film, Mona bersedia dengan syarat Lenti juga di kasih peran. 

Karier Mona cepat menanjak. Saat di wawancara wartawan di teve ia menyebut ibunya sudah lama meninggal. betapa sakitnya hati Marlene mendengar kedurhakaan anaknya. Namun ia tak menyalahkan Mona karena menyadari siapa dirinya. 

Justru Lenti menempel Produser Louis untuk merebut peran utama. Antonius yang mencintai Mona, protes keras. Mendadak Lenti terbunuh. Mona di curigai polisi. Padahal jiwanyapun terancam. Siapa sebenarnya si pembunuh? Mengapa Marlene nekad bunuh diri demi melihat skandal antara Mona dengan Antonius? sekeras-kerasnya hati Mona apakah ia tega melihat ibunya tengah sekarat?

Drama-tragedi dengan adonan bumbu-bumbu macam macam termasuk seks, ketegangan dan kejutan ini diarahkan oleh Dhany Firdaus yang biasa menggarap film fiksi. Sally Marcellina berusaha bermain total khusus dalam adegan bercinta dan buka-bukaan. Apalagi lawan mainnya Fay Tobing yang bukan rahasia lagi adalah calon suaminya. Fay yang semula dikenal sebagai penata special effect sempat bikin adegan kejutan, dirinya di samber geledek sampai gosong sekujur tubuh. 

Kejutan lain, Ully Artha yang sudah tak remaja lagi bermain cukup berani sebagai Marlene. Di dikung Elizabeth Ivone sebagai Okky, Windy Chindyana sebagai Lennti dan Gugun Benget.

Produksi : PT. Purnama Santosa Film

Produser : Sally Marcellina dan NG TJEN FUK

Sutradara : Dhany Firdaus

Cerita/Skenario : Sally Marcellina, Fay Tobing

Kamerawan : Partogi Simatupang

Editor : Yanis Badar

Pemain : Sally Marcellina, Ully Artha, Fay Tobing, Windy Chindyana, Elizabeth Ivonne, Gugun Benget, Louis Nikijuluw 

~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Friday, January 16, 2026

SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT


SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT. BADRA MANDRAWATA,  si Buta dari Goa Hantu rekaan komikus Ganes TH, merupakan tokoh cergam yang paling sering di filmkan. Diawali episode pertama "Si Buta Daru Goa Hantu", "Duel di Kawah Bromo" sampai ke "Neraka Lembah Tengkorak". Dari yang pertama sampai yang terakhir  tetap di perankan oleh Ratno Timoer yang juga menyutradarai langsung. 

Produksi PT. Sepakat Bahagia Film ini juga di dukung sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi seperti, Piet Burnama, Johan Saimima, Robert Syarief, Eka Gandara, Aspar Paturusi dan Alba Fuad. Ditampilkan pula pendatang baru Vera Fasilia dan Henny Adiaksi. Kamera ditangani Ismaun sedangkan tata musik digarap Harry Rusli. 

Dalam pengembaraannya, Badra tiba di Sulawesi Selatan. Kakinya membawanya ke desa Pandolo yang penduduknya tertimpa petaka wabah kusta. Akibatnya desa itu dikucilkan, penduduknya dilarang keluar, agar tak menular desa sekitar. Datangnya serombongan pembawa obat malah di sabot oleh orang-orang bertopeng. Badra mulai mencium kejahatan yang kepalang tanggung. 

Puang Marempang, Kepala Desa Tantena ikut prihatin, tapi tak berdaya apa-apa. Tabib kepercayaannya, Puang Tombala bersikap Acuh. Sampai datang Tabib Langkara yang berupaya meramu obat mustajab. Ternyata tabib ini adalah mantan perompak ganas yang di juluki Badai Teluk Bone. Puang Marempang kenal benar padanya. Namun ia melarang putrinya, Ranggi menyambut Langkara. 

Banyak peristiwa misterius terjadi. Pembunuhan demi pembu nuhan dilakukan gerombolan bertopeng. Badra, Langkara dan para pendekar muda mengusut sampai ke goa seram. Disarang gerombolan ini mereka menemukan Puang Tombala tertawan. Orang lain bisa tertipu, tapi Barda yang buta dengan indranya mencurigai Tombala. Benarkah Puang Tabib itulah si kepala gerombolan? Bagaimana cara membuktikannya? Lalu ada apa antara Putri Ranggi dengan Langkara?

Film silat ini tak sekedar mengumbar adegan pertarungan seru, namun disisipi juga dengan filsafat hidup Si Buta yang kian tua nampaknya kian bijak dan bertekad membaktikan sisa usia untuk menolong sesama yang tengah menderita. 


Saturday, January 10, 2026

FILM KEMESRAAN, ISTERI IDOLA, SUAMI SERONG


 Kemesraan ini janganlah cepat belalu... memang merupakan top hits yang mencetak rekor luar biasa dalam dunia musik kaset tahun 1989. Tahun 1989 judul lagu ini sudah dibeli oleh Produser Awie Widjaya dari PT. Visindo Merdhika Film untuk di filmkan. Namun Sophan Sophiaan sebagai sutradaranya lebih sreg dengan judul "SUAMI" untuk film yang dibintanginya bersama Widyawati dan Dewi Yull. Maka kemudian Awie menjual haknya pada Punjabi bersaudara yang kebetulan sedang mencari cari judul yang cocok untuk produksi terbarunya yang cerita-skenarionya ditulis oleh Piet Burnama yang juga sutradara. 

Ceritanya melodrama "Kemesraan" adalah tentang seorang suami, Ir. Roy yang terlibat jaringan asmara dengan tiga wanita sekaligus. Padahal istrinya, Lia seorang wanita teladan, cantik, setia, nyaris tanpa cacad. Namun pertemuan kembali dengan mantan calon istrinya, Dra. Ayuni, mulai menggoyahkan iman Roy. 

Dulu Ayuni pernah dhamili Roy yang ternyata tak bertanggungjawab. Sekarang Ayuni melesat sebagai wanita karier yang kekuasaannya bagaikan gurita Konglomerat. Sedikit banyak ia pasti menyimpan dendam  kesumat pada lelaki yang mengkhianatinya. Namun cara pembalasannya sangat aneh. Ayuni melimpahi Roy dengan jabatan tinggi di perusahaan kontraktor raksasa, mobil mewah serta gedung mentereng. 

Sikap misterius Ayuni yang jinak-jinak merpati membuat Roy berusaha memanasi dengan jalan mencari sekretaris pribadinya, si remaja Tania. Namun, Tania juga bukan tipe cewek  yang mudah tergiur oleh uang dan rayuan Roy. 

Betapa hancurnya hati si isteri ideal, Lia, demi mengetahui keserongan suaminya diluar rumah. Akibatnya cukup fatal karena Lia menderita Koma. 

Dua bintang populer yang semula dipipih untuk memerankan tokoh dra. Ayuni dan Ir. Roy adalah Meriam Bellina dan Ray Sahetapi. Namun dalam proses pembuatannya kemudian kedua tokoh tersebut diperankan oleh Mathias Muchus dan Nurul Arifin. Sedang tokoh isteri idola tetap dibawakan oleh Baby Zelvia. 

Tokoh dra. Ayuni boleh dibilang seorang wanita karier jetset masa kini. Sebab peran menantang serta lain dari yang biasanya, dibawakan oleh Nurul. Sayang, nampaknya Nurul masih memerlukan pendalaman agar yang kelihatan cuma keglamourannya belaka. 

Dalam sebuah adegan di pub, Nurul dan Mathias benar-benar menyayikan sendiri lagu "Kemesraan". Semula di rencakanan akan diisi oleh suara Iwan Fals dan Rafika Duri, namun karena berbagai kendala, akhirnya dijajal dinyayikan langsung oleh Nurul dan Mathias. Terbukti suara mereka boleh juga. 

Lagu "Kemesraan" memang merdu mendayu, namun seharusnya tak perlu sampai terlalu banyak (empat kali) di perdengarkan secara utuh. Cukup dua kali saja di awal judul serta di akhir film. 

Yang patut di tonjolkan justru dialog-dialog bernas antara tokoh. Seperti misalnya nasihat om Kasman (Zainal Abidin) yang menyerahkan perusahaannya pada Roy. 

Atau keluhan sendu Ayuni. "Bekas cinta ada, tapi cinta bekas tidak ada!". sedangkan Tania yagn mengaku berusia 19 tahun dan menolak dikeloni Roy. "Aapa yang harus dikatakan pada suami saya dimalam pengantin kalau ia mendapatkan saya sudah tak perawan lagi?".

~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990


Wednesday, January 7, 2026

CATATAN SI EMON, BUKTI EMON BUKAN BENCONG


 CATATAN SI EMON, BUKTI EMON BUKAN B E N C O N G. Tokoh EMON mencuat populer berbarengan dengan sobatnya Boy, lewat acara "Catatan Si Boy" di Radio Prambors, yang kemudian di filmkan dengan jdul sama. Emon begitu berhasil dihidupkan Didi Petet, hingga ia pun melejit menjadi bintang laris. Namun setelah empat kali memerankannya (tiga kali dalam serial Catatan si Boy dan sekali dalam Bayar Tapi Nyicil bersama Bagito Group), ia menolak melanjutkan dalam "Catatan Si Boy 4". (btw di Cabo 5 muncul lagi mungkin bayarannya gede ya.. hehe)

Lalu bagaimana dengan "Catatan si Emon" (Caem") ini? Karena Didi masih tetap menolak, terpaksa Hasrat Djoeir, produser pelaksana PT. Bola Dunia Film dan sutradara Nasri Cheppy harus mencari penggantinya. Ditemukanlah pendaang baru, Ade Faisal dari seleksi ratusan pelamar. 

Sampai dimana kebolehan Ade, apakah ia cuma menjadi epigon Didi, atau berhasil menghidupkan karakter Emon menurut versi sendiri? Pendapat orang bisa berbeda karena nampaknya Emon nyaris identik dengan Didi Petet. Tapi jika orang bersedia menyambut kehadiran Ade sebagai Emon baru, maka bisa dipastikan filmnya akan berlanjut dengan sequelnya. 

Yang jelas imej Emon sebagai pemuda keb e n c o n g - b e n c o n g a n sedikit demi sedikit dirombak Cheppy, bahwa ia tetap seorang pemuda jantan yang bisa jatuh cinta secara normal pada cewek kece. Cewek yang ditaksirnya ini diperankan oleh Nurul Arifin. Ikuta mendukung juga pemain-pemain yang sudah tak asing lagi, Ade Irawan, Connie Sutedja, dan Aom Kusman (dari grup De Kabayan) yang menggantikan almarhum Doddy Sukma sebagai ayah Emon. 

Emon adalah produk dari keluarga yagn terlalu memanjakan anak, hingga salah didik. Penampilan keb a n c i - b a n c i a nnya, karena pengaruh ibunya yang pesolek. Sedang ayahnya yang pialang bursa saham, repot dengan bisnis dan juga berwatak Oom senang, hingga kurang mengontrol anaknya . 

Ketika perkembangan kepribadian Emon kian mencemaskan, ia dibawa ortunya ke psikiater. Celakanya,si psikiater ternyata berperangai b e n c o n g juga. 

Emon dan kawan-kawannya membentuk grup Emon Studio. Diantara anggotanya, ada Prilly yang di taksir Emon. Namun Prilly tak acuh, karena mengira Emon b a n c i , apalagi tampaknya emon intim dengan Mita, pengurus studionya. 

Demi tersiar gosip, ada anak buahnya yang menjadi callgirl, Emon memberikan ultimatum keras. Ternyata Prilly ikutan mengundurkan diri. Berdalih Emon b a n c i , ia cuek memutuskan hubungan begitu saja. Karuan Emon shock berat. Sobatnya, Rico, mengajaknya berlatih tinju untuk membuktikan kejantanannya. Akibatnya wajah Emon babak b e l u r . 

Pagelaran Emon studio dilaksanakan dengan dana dari Ibu Emon. Di luar dugaan, Prilly datang ke diskotik diantar Ayah Emon. Saking kecewanya Emon kabur ke Anyer. 

Vanda, adik Emon , Rico dan Mita membujuk Emon pulang demi ibunya. Emon mengancam akan mengadu pada Ibu jika ayah tak kunjung insyaf. Lalu bagaimana cara Emon membuktikan kejantanannya?. Di samping menghibur penonton dengan adegan adegan kocak nampaknya Nasri cheppy ingin menyelipkan pesan "janganlah menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya belaka. 

Sunday, January 4, 2026

FILM PACAR KEDUA

 


Pada tahun 1986 pernah ada film berjudul "Pacar Pertama" arahan Sam Sarumpaet dengan pemain pemain Dewi Yull dan Ikang Fawzi. Tapi "Pacar Kedua" ini sama sekali tak ada hubungannya dengan film tersebut. Bahkan semula direncanakan berjudul "Malam Panas, Malam Dingin", tapi kemudian karena berbagai perhitungan dari produser PT. Parkit Film diganti. Padahal sebenarnya lebih pas kalau di beri judul "Selamat Tidur , Selamat Bobo", yang memang jadi theme song yang dinyanyikan sendiri oleh pemeran utamanya, Itang Yunasz. Sejak awal pembuka sampai akhir film, sebanyak empat kali lagu ini di tembangkan. 

Bagi Itang, ini memang untuk pertama kalinya menjadi pemeran utama, Dalam debutnya di "Namaku Joe", malah kebagian peran antagonis. Begitu pula pemeran utama wanita, Baby Zelvia, yang sebelumnya cuma kebagian peran tambahan dalam "Kanan Kiri OK".

Judul terasa kurang tepat, karena memang sama sekali tak ada "pacar kedua", yang ada justru pacar pertama yang begitu setia, meskipun kekasihnya telah menjadi isteri orang. 

Film ini bercerita tentang Andi, insinyur pertanian muda, berpacaran dengan Mia. Hubungan mereka di putuskan oleh ayah Mia, Pak Lesmana yang gila judi. Pak Lesmana telah menerima lamaran Iskandar, lawan judinya. Pak Lesmana yang sudah hilap merebut perhiasan isterinya. Malang, Bu Lesmana terjatuh. Kepalanya terbentur keras sampai tewas. Akibatnya Pak Lesmana harus menebusdosa di penjara. 

Perkawinan Mia dengan Iskandar tak berbahagia. Untuk menghibur diri, Mia mengurus peternakan ayam warisan ayahnya. Indra, mandor peternakan menaruh hati, tapi tak pernah di ladeni Mia. 

Pertemuan kembali dengan Andy, mengobarkan cinta lama Mia. Andy masih tetap membujang. Tapi hubungan ANdy dengan Mia difitnah oleh Indra. Dengan memperalat Pak Harja yang berambisi menjadi kepala Desa baru. Andy dan Mia di gerebek. Pasangan ini ditelanjagi dan diarak bugil keliling kampung. 

Pada saat yang sama, Iskandar tewas di bunh di tempat perjudian. Dalam siraman hujan, polisi datang membubarkan kerusuhan di kampung. Pada saat yang sama, Iskandar tewas di bunuh di tempat perjudian. Dalam siraman hujan, polisi datang membubarkan kerusuhan di kampung. Kecurangan Pak Harja di bongkar oleh isterinya sendiri. Si tukang fitnah Indra di keroyok orang kampung. Bagaimana dengan Mia? Perempuan ini berpelukan dengan Andy. 

Tokoh suami kejam dan penjudi pernah di bawakan oleh Kusno Soedjarwadi yang berperan sebagai suami Marini dalam film "Cinta"nya Wim Umboh. Sedikit banyak karakter tokoh Iskandar yagn di perankan oleh Rudy Salam, rada-rada mirip. Malah disini sutradara Yopi Burnama menambahi sekilas masa kecil Iskandar, pernah menyaksikan ayahnya ditikam ibunya, akibatnya ia menjadi trauma, membenci setiap wanita. Tokoh akhirnya ia sendiri harus tewas ditikam perempuan juga. 

Tokoh penjudi lainnya, Pak Lesmana di bawakan dengan over acting oleh Yoseano Waas. Adegan merebut perhiasan isterinya, salah-salah malah membuat penonton tertawa. 

Tapi di balik kisah cinta Andy dan Mia, terselip juga intrik politik perebutan kekuasaan di desa tersebut. Piet Burnama berperan sebagai tokoh munafik, Pak Harja yang mengincar kedudukan Kades dengan menghalalkan segala cara. Didukung oleh Fakhri Amrullah sebagai tangan kanannya. 

Adegan arak-arakan bugil jelas terasa kelewat dipaksakan demi untuk memburu komersial. Mengingatkan  pada adegan penggundulan rambut Yati Octavia dalam film Rahasia Perkawinan. 

Sebagai pemeran utama, Babby Zelvia masih belum memberikan greget padahal peluang suah terbuka untuknya. Profil wajahnya terkesan kaku dan dingin. Begitu pula halnya dengan Itang yang lebih sering loyo, frustasi tanpa semangat. Apakah pemuda berpenampilan klemar klemer begini yang bakal dijadikan idola remaja? seharusnya tokoh Andy disuntik dengan serum kejantanan barang beberapa cc agar tampil lebih meyakinkan sebagai lelaki.


~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Februari 1990

Thursday, December 25, 2025

KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG

 


KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG, (Berita lawas). Kalau dalam legenda Sunda ada "Lutung Kasarung" yang menceritakan tentang lutung sakti penyamaran dewa yang turun ke bumi, maka dari Jawa Tengah ada dongeng yang sangat mirip, "Kamandaka". Perbedaan pokoknya, yang malih rupa jadi lutung bukanlah dewa melainkan seorang pangeran gagah. 

Dongeng "Kamandaka" ini dituturkan dari mulut ke mulut oleh nenek moyang. Bahkan ada peninggalan-peninggalannya, antara lain sebuah batu gunung sebesar rumah yang di keramatkan di desa Cilongok, Purwokerto. 

Kemudian "Kamandaka" juga menjadi lakon ketoprak yang sangat di gemari masyarakat. Ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh rombongan ketoprak keliling, yakni mereka selalu menggelar lakon ini pada malam terakhir, menjelang kepindahan lokasi lain Seusai pergelaran, rombongan pun membongkar tempat pertunjukan yang biasanya di bangun secara darurat di sebuah tanah lapang. 

Kini, "Kamandaka" di filmkan oleh PT. Kanta Indah Film, berdasarkan skenario karangan Abnar Romli. Penyutradaraannya ditangani Atok Suharto yang bekerjasama dengan kamerawan Djarot Bintoro. 

Bintang yang di percaya oleh Produser Pelaksana Herman Dial untuk memerankan Kamandaka adalah Barry Prima. Lawan-lawannya merupakan pemain langganan Kanta seperti Lamting, Yoseph Hungan dan Rudy Wahab. Sedangkan sebagai primadonanya dipasang Gitty Srinita. Ikutan mendukung Lahardo, Yuni Arso, dan Eddy Mathias. Bertindak selaku penata silat adalah Robert Santoso yang biasa mengatur adegan bag big bug sejak sebelum serial "Saur Sepuh".

Barry berperan sebagai Banyakcatra, Putra Mahkota Kerajaan Pajajaran yang menyamar jadi pengembara bernama Kamandaka. Sampai di Kerajaan Pasirluhur ia tertarik pada kecantikan Putri Ciptarasa. Dengan kesaktiannya, Kamandaka mampu malih rupa lutung yang kemudian menjadi kesayangan sang putri. Percintaan mereka menimbulkan kegegeran di keputren. Apalagi karena Prabu Pasirluhur sudah terlanjur menerima lamaran Prabu Nusakambangan. 

~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

Monday, December 22, 2025

PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA


PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA. Pasangan Suami istri (sebelum bercerai) ini semula hanya di kenal sebagai pemain saja. Dwi yan hasil godokan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) muncul pertama kali di layar putih lewat film garapan Chaerul Umam "Keluarga Markum". 

Porsi ini sebenarnya milik Dedy Mizwar yang memerankan Ramadhan dalam "Kejarlah Daku Kau Kutangkap" part 1. Dwi yan makin melejit setelah mendapat kesempatan dari Slamet Rahardjo membintangi film "Kasmaran" bersama Ida iasha dan Ira Wibowo. 

Sedangkan Eva Rosdiana Dewi sang isteri yang dinikahinya , sejak belasan tahun lalu telah menggeluti dunia akting. Bukan hanya untuk film di bioskop, tapi juga di panggung sandiwara dan layar TVRI. 

Adalah Frank Rorimpandey, sutradara pertama yang memberi kesempatan Eva muncul di layar perak. Bersama Marina Gardena, isteri Rudy Salam yang juga bintang film, Eva membintangi "Mutiara".

Walau Eva telah membintangi belasan film bioskop dan sandiwara teve, namun popularitasnya masih kalah dengan sang suami. "Soalnya peran saya kan biasa-biasa saja! kilah Eva.

Sebenarnya Eva sendiri pernah pegang peran utama dalam film "Medali dari Bukit Selatan" yang di produksinya sendiri. Karena film itu gagal di peredaran, maka gagal pula mengangkat Eva ke jenjang popularitas yang lebih tinggi. 

Kini, pasangan bintang film yang membina kehidupan rumah tangga itu, tidak saja bergulat di depan kamera dan harus tunduk kepada perintah sang sutradara, namun mereka telah memutuskan menjadi produser. 

Mengibarkan bendera perusahaan dengan nama Eka Reksa Daya Film (ERD), Eva mengawali produksi perdananya. "Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" yang penyutradaraannya dipercayakan kepada Frank Rorimpandey. 

Pada Produksi Perdananya menurut Eva merupakan produksi kerjasama dengan pihak Pemda Jawa Timur ini, baik Eva maupun Dwi Yan muncul pula sebagai pemain utama. 

Namun setelah film ini, mereka akan lebih berkonsentrasi pada kegiatan produksi saja. Walau sudah berpredikat produser dan akan mencoba lebih konsentrasi pada kegiatan produksi, namun bila ada produser lain yang masih mau memberi kesempatan , kata Dwi yan juga tak akan disia siakan. 

Maksudnya, sambung Eva untuk menjaga persahabatan di antara sesama produser. "Kami ini dulunya kan pemain, masa siih mau nglepasin gitu saja!" tegasnya. 

"Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" beredar di surabaya dan kota lain di Jawa Timur mulai 10 November 1989 guna menyambut hari  Pahlawan. 

~MF 88/56/Tahun VI 11-24 Nov 1989

Sunday, December 14, 2025

SUTING NAKALNYA ANAK MUDA (RICKY, NAKALNYA ANAK MUDA)

 


SUTING NAKALNYA ANAK MUDA (RICKY, NAKALNYA ANAK MUDA), Hawa dingin di daerah Lembang menusuk pori-pori kulit. Kabut turun ke lembah, menutup pepohonan atas pegunungan. Kadang gerimis turun sebentar, seperti mengucapkan selamat datang pada semuanya. 

Sebuah Jip warna hijau muncul dari sebuah jalanan desa. Merambat pelan menuju ke sebuah peternakan sapi, lalu berhenti tepat di dekat kandang. Seoran gkakek menghampiri Jip yang berhenti di dekatnya dan berusaha mendekat. Dari dalam Jip muncul dua anak muda laki dan perempuan. Mereka lalu saling mendekat dan bersalaman, berpelukan. 

Anak muda, laki perempuan itu adalah Ricky dan Lita. Sepasang muda mudi yang sedang kasmaran. Padahal orang tua si cewek, Lita tidak menyetujui hubungan mereka. Alasannya, klasik. Lita mau di jodohkan dengan seorang pemuda yagn masih tergolong keluarga ningrat. Ricky sendiri dikenal sangat berandalan, Karuan saja kalau keluarga Lita sangat menentang hubungan mereka. 

Meski nampak 'meremaja' kejadiannya boleh dibilang wajar. Lita minggat dari rumahnya lalu diantar Ricky pacar pilihannya sendiri. Lita lebih senang tinggal di rumah kakek neneknya di sebuah desa yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota Bandung yang mulai tidak sejuk lagi. Disanalah Lita menumpahkan segala perasaannya. menghabiskan air matanya. Lita membutuhkan sosok orang tua yang mengerti anak muda. Tak heran kalau kakek neneknya jadi tumpuan segalanya. 

Ini sekedar cukilan cerita 'Nakalnya Anak Muda' yang sedang di lakukan suting di Bandung dan di Lembang akhir Januari 1990. Nampaknya PT. Andalas kencana Film hendak menghidangkan film-film bertema remaja. begit film Si Roy beredar di pasaran, Produser PT. Andalas Kencana Film buru-buru menyiapkan satu film lagi bertema remaja. 

"Nakalnya Anak Muda" diangkat dari cerita dan skenario karya Marwan Alkatiry. Di Bintangi oleh anak-anak muda seperti Ryan Hidayat, Nike Ardilla, Agyl Shahriar, Fortunella dan beberapa pemain remaja lainnya. Film ini juga didukung bintang-bintang senior seperti Rachmat Hidayat, Frans Tumbuan, Nani Wijaya, dan Ida Kusumah. 

Nampaknya Achiel Nasrun sang sutradara membuat cerita ini agak berbeda dari film remaja yang sudah-sudah. Permasalahan yang diangkat bukan sekedar problematika para remaja saja. Konflik-konflik antara anak dan orang tua menjadi penting dalam film ini. Juga sisi lain 'kenakalan orang tua' jelas-jelas di beberkan. 

Selain masalah cinta antara muda mudi, istilah Kerakesot (Kenakalan remaja, kesalahan orang tua)merupakan sisi lain yang ikut diangkat. Seperti seorang ibu rumah tangga  yang sibuk dengan seminar-seminar tentang kenakalan anak muda pada kenyataannya, beliau, sang ibu itu nggak becus ngurus anaknya sendiri. Juga tokoh seorang ayah yang berani main serong dengan sekretarisnya dan dihadapan putranya sang ayah ketahuan sedang asyik berpelukan dengan kekasih gelapnya. 

Masalah percintaan muda mudi itu lumrah. Konflik antara anak dan orang tua, itu wajar. Kenakalan anak muda seperti berantem, kebut kebutan dan keisengan yang lain, sering kita lihat. Tapi apakah kenakalan dan keberandalan orang tua boleh kita bilang wajar?

Ricky (Ryan Hidayat) anak muda yang mewakili generasinya. Dulu ia anak yang  baik. Suatu saat ia menyaksikan pacarnya terhempas dari udara, karena payung di punggungnya tidak mengembang. Tak heran ia mengalami shock berat. Di tambah setelah kejadian itu ia melihat ayahnya sedang asyik bercumbu dengan wanita lain. Sedang ibunya, tak pernah ada di rumah karena kesibukannya. 

Tapi sebenarnya kenakalan Ricky di sebabkan karena keisengan orang tuanya? Benarkah? masalah perjodohan anak masih terjadi dalam masyarakat yang sudah modern. Benarkah antara anak dan orang tua terdapat jurang pemisah yang lebar dan dalam?


~MF

Tuesday, December 9, 2025

CINTA ANAK MUDA, NIKE ARDILLA DAN HUDI PRAYOGA


 CINTA ANAK MUDA, NIKE ARDILLA DAN HUDI PRAYOGA. Satu pasangan remaja di perkenalkan oleh PT. Andalas Kencana Film "Cinta Anak Muda". Mereka adalah Nike Ardilla, si rocker-pop-slow yang imut-imut dari Bandung, dan Hudi Prayoga yang debut filmnya lewat Coba Coba Dulu. 

Sutradara Hadi Purnomo mengangkat cerita yang ditulis Deddy Armand ini dengan mengerahkan sejumlah pemain muda antarai lain seperti James Sahertian, Zarina Amir, dan Eddie Poer. Sedangkan dari kalangan senior ikut adu akting Zainal Abidin, Piet Burnama, Ida Kusumah dan Muni Cader serta pelawak mantan Srimulat, Betet. 

Sesuai dengan selera anak muda, tata musik digarap oleh Ekky Soekarno. 

Cerita bermula dengan dititipkannya si gadis dari kampung, Ira oleh oayahnya, Pak Karna kepada Pak Ganda, usahawan sukses di Jakarta. Pak Karna ingin mengurus perkara penipuan yang dialaminya hingga harus pergi ke luar negeri. 

Kalau Pak Ganda yang merasa berhutang budi pada Pak Karna, gembira saja menerima Ira, tak demikian dengan isterinya. Bu Ganda curiga, Ira sengaja dititipkannya agar bisa menggaet hari anaknya, Arie yang baru saja lulus sebagai Sarjana Ekonomi. Padahal Arie dicalonkan oleh Mia, anak rekanan bisnis Pak Ganda.

Benar saja, ketika Arie pulang dari Surabaya, ia cepat intim dengan Ira yang memang sudah dikenalnya sejak kecil. Asyik bersepeda berduaan, sampai Ira jatuh dan terkilir kakinya. Melihat Arie merawat Ira, timbullah kecemburuan Mia. Maka Mia menghasut abangnya, Leo yang baru pulang dari Amerika untuk memper k o s a Ira. Tentu saja Arie membela Ira, meskipun harus berkelahi dengan Leo. 

Mia menghasut ayahnya, Pak Brata untuk menghentikan bantuan dana proyek Pak Ganda. Akibatnya, Pak Ganda terpaksa mengusir Ira dari rumahnya. 

Pak Karna telah berhasil memenangkan perkara di Singapura, pulang ke Jakarta. Tentu saja ia marah besar mengetahui putrinya di usir. Putuslah persahabatannya dengan Pak Ganda. 

Arie menyusul Ira ke desa. Justru sekarang Pak Karna yang menolaknya. Namun menyaksikan ketulusah hati pemuda ini pak Karna bersedia menerimanya sebagai menantu dengan persyaratan, "Kau boleh menikahi Ira, bila bisa membuktikan mampu mencari uang dengan keringat sendiri tanpa mengandalkan harta dan kedudukan ayahmu!".

Kendati menyandang titel Drs. namun Arie ingin membuktikan cintanya dan kesungguhan hatinya dengan cara bekerja sebagai tukang pemecah batu. Tapi lagi-lagi muncul Leo dan kawan-kawannya yang rupanya masih menyimpan dendam. Justru pada saat Arie membawa uang bayaran kerjanya ke rumah Pak Karna, ia di cegat dan dikeroyok kawanan Leo. Untunglah para pekerja yang merupakan kawan-kawan Arie ramai-ramai datang menolong. 

Keteguhan Arie meluluhkan kekerasan hati Pak Karna. Orang tua inipun merestui percintaan mereka. Lebih menggembirakan lagi karena Pak Ganda juga menyadari kekeliruannya. Baru diketahui kalau selama ini ia sering ditipu oleh Pak Brata. Maka putuslah hubungan Arie dengan Mia yang materealistis berganti dengan cinta Ira yang murni. 

Monday, December 8, 2025

FILM "KEPUASAN" , Problema Kepuasan Suami Istri


 "KEPUASAN" Problema Kepuasan Suami Istri. Bencana terbesar dalam kehidupan umat manusia terletak di ranjang perkawinan. Bukan tokoh sembarangan yang mengukirkan pendapat ini. Beliau adalah Rabindranath Tagore (1861-1941), filsuf, penyair dan ahli mistik legendaris dari Bengali, pemenang hadiah Nobel Sastra pada tahun 1913. Pandangan hidupnya dituangkan antara lain dalam Sadhana, Citra dan Gitanyali yang sangat masyhur. Bahkan syairnya Janaganamana kemudian resmi sebagai lagu kebangsaan India. 

Salah satu ujarnya tentang kehidupan perkawinan bisa di simpulkan dari kutipan diatas. Dan aktor kawakan Piet Burnama menjabarkannya menjasi sebuah cerita skenario untuk film yang di produksi PT. Andalas Kencana Film . Sutradara Acok Rachman, memasang bintang yang pernah tersohor sebagai bomseks, Yurike Prastica, sebagai tokoh Aida, isteri yang tak mendapat kepuasan seks dari suaminya , Mario yang diperankan oleh Sony Dewantara. 

"Ceritanya, Aida adalah seorag janda muda, dari suaminya yang pertama ia cukup mendapatkan kepuasan lahir batin. Setelah menjanda Aida menjalin hubungan baru dengan pemuda Mario yang berasal dari keluarga kaya. Semula ayah-ibu Mario (diperankan oleh Bombom Gumbira dan Rina Hassim) kurang setuju anak mereka memilih seorang janda. Apalagi ibu sudah punya calon menantu pilihan, Windy. Tapi cinta Mario sedemikian besar, hingga ia tetap menikahi Aida".

Sesudah menjadi suami istri barulah Aida menyadari kalau Mario memiliki kelemahan seks, sangat berbeda dengan suami pertamanya. Ia tak pernah mendapatkan kepuasan di atas ranjang. Mario juga bukannya tak menyadari kelemahannya. 

Lalu bagaiman? cerai bukanlah satu-satunya solusi bagi suami isteri yagn menghadapi kemacetan dalam masalah kepuasan seks," jawab Madhu Mahtani produser film yang banyak memetik ilham dari rubrik-rubrik tanya jawab seks di berbagai media termasuk yang diasuh pakar terkenal Dr. Naek L Tobing. 

Maka Aida dan Mario mencoba mencari jalan keluar dengan meminta saran dari penasihat perkawinan dan psikiater. Berbagai cara termasuk variasi hubungan seks dianjurkan. "Untuk menarik minat penonton, adegan-adegan tersebut di visualisasikan tapi tentu saja dengan secara artistik jauh dari vulgar," kata sutradara Acok Rachman. 

Memang visualisasi adegan tersebut bisa menjadi daya tarik. Sebagaian beesar suting berlokasi di Jakarta, serta untuk pengambilan beberapa adegan outdoor di lakukan di pantai Carita , Jawa Barat (sekarang banten). 


~MF 216/182/THXI 24 Sept - 7 Okt 1994

Sunday, December 7, 2025

RINI TOMBOY, POTRET REMAJA METROPOLITAN


RINI TOMBOY adalah karya debut penyutradaraan Noto Bagaskoro yang sebelumnya sebagai asisten sutradara. Rini Tomboy skenarionya di tulis oleh Jujur Prananto berdasarkan serial sandiwara radio populer karya Johan Kalayan. Lagunya di gubah Areng Widodo dan dinyanyikan rocker Achmad Albar. 

Versi filmnya tokoh utama Rini diperankan oleh Cornelia Agatha Dahlia pemain dari serial sinetron RCTI "Dunia Dara"yang rambutnya di pangkas pendek dan bergaya trampil. 

Lawan mainnya Aktor Terbaik FFI 1990 Tio Pakusadewo sebagai Samil yang bersama Adjie Massaid (Doddy) harus kembali mengenakan seragam SMA serta bintang remaja manis Nunu Datau sebagai si centil manis,   Serta di bantu wajah-wajah baru si hitam manis Ninette Maritya sebagai Nita Siswi gedongan yang mahir balet. Handi lifat sebgai Jimmy anak pengelola Bajai yang pacaran dengan Nita, Bintang Clik Sheren Regina Dau sebagai Adik Nita, serta bintang tamu Titi DJ sebagai dirinya sndiri menyanyikan dua buah lagu. Plus pemain-pemain lainnya, Hendri Hendarto, Arman Efendy sebagai ayah Samil, Louis Nikijuluw sebagai ayah Rini, Ida Sumange sebagai ibu tiri Rini, Ronny M. Toha sebagai Manager Hotel  lalu ada ibu kandung Dian Nitami ikutan muncul jadi ibu Nita.

Adegan-adegan yang menggambarkan keceriaan dunia remaja, khususnya elite ibukota, berhasil di suguhkan dengan gambar-gambar manis. Namun disana sini terselip pula adegan dari kalangan bawah seperti bocah-bocah penjual koran yang jadi sahabat Rini. 

Secara keseluruhan film ini digarap dengan cukup menarik, kendati tempo film beberapa kali terabaikan. Seperti misalnya pada adegan perburuan yang berlangsung antara Rini dengan kawanan Samil di stasiun kereta api kosong terasa berkepanjangan. Begitu pula halnya saat Rini an Samil uber-uberan dari tangga ke tangga sampai ke atap hotel terasa di ulur untuk menantikan kedatangan ayah samil dan yang lain-lainnya. 

Film diawali dengan kejutan adegan pertarungan ninja. Penonton bisa mengira salah nonton film hongkong. Padahal memang benar, Rini yang beraksi menumpas ninja pembunuh kawan-kawannya di perkemahan. Tapi cuma dalam mimpi kok!.


Rini si gadis tomboy adalah bintang SMA 2000. Bersama kawan-kawannya, Doddy, Jimmy dan Susan ia merencanakan piknik ke Yogya. Ikut bergabung Nita dari SMA 2001. Ternyata Jimmy dan Nita saling menyukai. Namun hubungan mereka memercikan api permusuhan dengan kelompok beran dal SMA 2001 yang dipimpin Samil. Pasalnya Cinta Samil pada Nita ditolak mentah-mentah. Samil dan kawan-kawannya mengero yok Jimmy sampai b a b a k  b e l u r, Rini yang menguasai karate membalah mengha jar Samil. 

Kekalahan ini membuat Samil Frustasi. Di rumah ia merasa selalu di tekan oleh ayahnya yang hendak mengirimnya bersekolah ke Jepang. Diam-diam Samil membeli senjataapi dari kawanan bandit. Padahal Rini pernah datang kerumah Samil, mengaku sebagai pacar Samil pada ayah dan ibu Samil. Bahkan ayah Samil sempat cemas, jangan-jangan gadis tomboy ini hendak mengadu telah di hamili anaknya. 

Konflik memuncak tepat pada pesta ultah Nita. Saat semua kawan datang kerumah Nita, ditengah jalan Rini di cegat kawanan Samil. Todo ngan pistol membuat Rini tak berdaya. Dalam keadaan terbius Rini dibawa ke hotel. Niatnya ingin di per k o s a. Tapi Rini keburu sadar dan balik melabrak mereka. 

Klimaks berlangsung diatap hotel. Saat Samil menyandera Rini dengan pistol, disaksikan ayah, ibu dan semua kawan. Samil menyerukan pemberonta kan atas sikap otoriter sang ayah. P i s t o l meletus peluru menyambar Rini bersimbah darah. bagaimana akhirnya? sudah pada nonton kan?


~MF 167/134/THIX 28 Nov-11 Des 1992